Zainab Al-Ghazali menjawab : “PROBLEMATIKA MUDA-MUDI” : 7. Melihat Film-film Seks di Tiap Tempat

Pertanyaan

Saya menulis surat kepada Ibu agar Ibu dapat menolong saya yang tengah berada dalam cobaan. Sejak saat tertentu, saya mendengar teman-teman perempuan saya berbicara tentang film-film seks. Saya piker itu hanya cerita yang menggugah saya dan tidak demikian mempengaruhui saya dibandingkan jika saya melihatnya dengan mata kepala saya.

Sungguh, saya ditakdirkan melihat film-film itu dan didalamnya terjadi homoseksual, lesbianisme, dan seburuk-buruk perbuatan yang tidak mungkin dikerjakan kecuali oleh orang-orang yang hati/ perasaannya telah mati. Mereka telah menjadi orang-orang yang sakit jiwa dan hendak menularkannya di permukaan bumi. Hidup saya telah berubah menjadi neraka jahim. Saya berusaha melepaskan diri dari melihat film-film ini. Saya bersumpah dan bertobat. Namun, kembali saya melihatnya lagi dan demikian seterusnya. Adegan dalam film-film itu selalu mengejar-ngejar saya di mana pun saya berada. Saya paham bahwa melihat gambar-gambar seperti itu haram, kendati demikian saya tak dapat menentangnya. Saya sungguh menderita dan minta obat dari Ibu.

Pertanyaan

Obatnya adalah engkau harus menjadi orang yang berkemauan kuat, benar-benar berhubungan dengan Allah, dan menjauhi sumber-sumber film yang rendah, yang dimainkan oleh orang-orang sakit jiwa. Dalam hal ini, orang-orang Yahudi membantu menyebarluaskan film-film seperti itu di negeri kita agar keutamaan mati dan maksiat meluas. Manusia sia-sia, bodoh, dan goblog menyebarkan penyakit-penyakit dan wabah-wabah ini, terutama ke dalam masyarakat-masyarakat yang sedang dilanda krisis dan sedang hidup dalam jiwa yang kalah. Musuh justru mengimpor film-film cabul melalui video kaset atau melalui piringan-piringan hitam untuk membunuh perasaan kemanusiaan, akhlak Islam, keluhuran dan keutamaan kita. Namun, jauh sekali mereka akan sampai ke tujuan selagi kita masih memiliki benteng, serta bangkitnya sifat keperwiraan dan tanggung jawab. Saya mengusulkan untuk memperberat hukuman atas pekerjaan menyebarkan/ membuat larisnya pita-pita seperti itu sehingga pemuda-pemuda kita jangan sampai menjadi korban. Sebab, akidah dari itu semua adalah terbunuhnya jiwa, mujahadah, dan kebanggaaan sehiungga merusak mental, sia-sia, bingung, tidak mau bergerak menuju keutamaan, dan tidak mau lagi menjaga batas. Beristighfarlah, wahai Ananda dan bertobatlah kepada Allah dengan tobat nasuha (sebenar-benarnya). Naiklah engkau dengan keimananmu dari segenap kerendahan budi karena engkau adalah putri Islam yang ditunggu-tunggu oleh banyak orang. Sekali lagi oleh banyak orang.,

One Response

  1. yah anak muda, kalau bisa hindarilah hal-hal yg begituan, karena kalian masih muda, jangan mau bersinggungan dgn hal-hal yg begitu, tetapi kalau sdh tdk bisa juga, lebih baik punya pacar yg islami dan harus betul-2 islami dan kalau tidak bisa juga, kenapa tidak kawin saja, tp jangan punya anak dulu semasa masih kuliah ini, minta pengertian ortu spy mrk bisa mengerti keadaan anak muda, krn setan sangat dekat kalau ada dua anak muda berlainan jenis sedang berduaan. Dan kalau sdh kawin dulu, tp masih dlm masa kuliah, ya minta sama ortu masing-2 utk membiayai masing-2 spt biasanya ketika masih belum nikah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: