Zainab Al-Ghazali menjawab : “PROBLEMATIKA MUDA-MUDI”: 4. Apakah Islam itu Menganiaya Wanita

Pertanyaan

PROBLEMATIKA MUDA-MUDA, Zainab Al-Ghazali Menjawab

Saya seorang gadis berusia lima belas tahun. Saya sangat malu terhadap diri sendiri karena terlahir sebagai perempuann. Saya berpendapat bahwa Islam telah menganiaya perempuan dan mencabut banyak haknya. Di dalam Islam terdapat banyak ayat yang menunjukkan adanya hal itu, seperti firman Allah,

“… akan tetapi para suami mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada istrinya..“ (QS. 2:228)

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita …” (QS. 4:34)

Yang menjadi sebab hal itu adalah pemberian nafkah hidup. Padahal perempuan itu dapat menafkahi dirinya, tidak harus membutuhkan laki-laki. Juga dalam firman Allah, “… bagian seorang saudara laki-laki sebanyak bagian dua orang saudara perempuan … (QS. 4:176)

Jawaban

Saya berdoa kepada Allah agar memberikan pemahaman yang baik, kesempurnaan iman, srta keyakinan yang tidak tergoyahkan, juga agar Allah membuka kedua mata hatimu untuk dapat melihat yang baik dan yang benar, serta membimbing kamu kepada apa yang baik untukmu di dunia dan akhirat. Suratmu, wahai anak kecilku, sangat aku kagumi karena isi suratmu mengisyaratkan adanya akal yang senantiasa ingin mencari hakikat dalam usiamu yang masih muda. Padahal anak-anak seusiamu sibuk memikirkan hiasan, kecantikan, parfum dll.

Wahai anakku, selamanya Islam tidak menganiaya wanita. Yang menganiaya wanita adalah adat istiadat, kebiasaan orang-orang, serta khufarat yang masih ada saja di otak sebagian orang dan dijalankan atas nama Islam. Adapun tentang ayat yang engkau sebut, “…. Akan tetapi para suami, mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada istrinya…”, yang dimaksud adalah derajat perhatian dan pemeliharaan, bukan derajat pemaksaan dan tindakan aniaya seperti istibdad. Sedangkan, qawwamuun ‘pemimpin’ artinya adalah pertanggungjawaban atau amanah, bukan sekadar nafkah hidup dan kepemimpinan.

Mengenai masalah warisan, apakah Islam menganiaya wanita ketika menentukan bahwa baginya seperdua bagian anak laki-laki dalam kondisi tertentu, tidak pada seluruh kondisi. Kaum laki-laki diwajibkan bertanggung jawab dalam segala macam nafkah dan pertanggungjawaban materiil, sementara wanita tidak diwajibkan memberi nafkah hidup, hingga mengenai hal-hal khusus untuknya. Jika demikian, apakah Islam disebut menganiaya wanita ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: