TAZKIYATUN NAFS

Manusia terdiri dari unsur ruh, jasad dan akal.Masing-masing dari unsur tersebut membutuhkan pemeliharaan karena unsur-unsur tadi berpengaruh terhadap fungsi  manusia untuk beribadat kepada Allah .Jasad memerlukan suplai makanan, akal membutuhkan suplai pengetahuan dan ruhani membutuhkan suplai keimanan.
Ruhani sebagai salah satu unsur manusia juga memiliki cara-cara agar keimanan dan ketaqwaan kepada Allah senantiasa hadir. Taqwa lahir sebagai konsekuensi logis dari keimanan yang kokoh , keimanan yang selalu dipupuk dengan muroqobatullah: merasa takut terhadap murka dan adzab-Nya, dan selalu berharap limpahan karunia dan maghrifah-Nya.Atau sebagaimana didefinisikan oleh para ulama ,Taqwa adalah hendaklah Allah tidak melihat kamu berada dalam larangan-laranganNya dan tidak kehilangan kamu dalam perintah-perintahnya. Untuk mencapai itu semua diperlukan ada berbagai cara yang bisa dilakukan,diantaranya:
a.    Mu’ahadah (mengingat perjanjian)

“dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji..”

(An Nahl:91)

Cara yang bisa dipakai untuk berMu’ahadah ialah dengan berkholwat (menyendiri) antara seorang hamba dengan Rabb-Nya Dengan berkholwat, seorang hamba bisa mengintrospeksi diri seraya mengatakan “Wahai jiwaku, sesungguhnya kamu telah berjanji kepada Rabbmu setiap hari disaat kamu berdiri membaca :Hanya kepada Engkau kami beribadah dan hanya kepada Engkau kami mohon bantuan”
b.    Muroqobah (Merasakan kesertaan Allah)

“Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk shalat) dan melihat pula perubahan gerak badanmu diantara orang-orang yang sujud”

( QS.Asy-Syura:218-219)
 Macam-macam Muroqobah

–    Muroqobah dalam melaksanakan ketaatan adalah dengan ikhlas kepada-Nya

–    Muroqobah dalam kemaksiatan adalah dengan taubat, penyesalan dan meninggalkannya secara total.

–    Muroqobah dalam hal-hal yang mubah adalah dengan menjaga adab-adab terhadap Allah dan bersyukur atas segala nikmat-Nya.

–    Muroqobah dengan musibah adalah dengan ridha kepada ketentuan Allah serta memohon pertolongaNya dengan penuh kesabaran.
c. Muhasabah (Introspeksi Diri)

Dalam surat al-Hasyr:

“Hai orang-orang yang beriman,bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat),dan bertaqwalah kepada Allah.Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”.

Ketika seorang mu’min selalu memperhatikan modalnya, memperhitungkan keuntungan dan kerugiannya,bertobat dikala melakukan kesalahan dan bersungguh-sungguh dalam melaksanakan kebaikan, maka ia telah termasuk orang yang menghisab diri sebelum hari penghisaban dan memperhatikan apa yang akan dipersembahkan pada hari esok (kiamat).
d. Mu’aqobah (Pemberian sanksi)

“Dan dalam qishash itu ada (jamian kelangsungan) hidup bagimu, wahai

orang-orang yang berakal, supaya kamu bertaqwa” (Al-baqarah:178)

Membiarkan diri dalam kesalahan akan mempermudah kesalahan-kesalahan yang lain dan akan semakin sulit untuk meninggalkannya, oleh sebab itu dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Umar bin Khattab r.a. pergi ke kebunnya. Ketika pulang didapatinya orang-orang sudah selesai melaksanakan shalat Ashar.Maka beliau berkata:”Aku pergi hanya untuk sebuah kebun,aku pulang orang-orang sudah shlat Ashar!…kini kebunku aku jadikan shadaqah untuk orang-orang miskin.
e.Mujahadah (Optimalisasi)

“ Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami ,benar-benar akan kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.dan sesungguhnya Allah beserta orang –orang yang berbuat baik”. (QS.Al- Ankabut:69)

Dalam bermujahadah,rasulallah menjadi qudwah yang patut diteladani sebagaimana diriwayatkan olehAisyah r.a :

Rasulallah S.A.W melaksanakan shalat malam hingga kedua tumitnya bengkak.Ketika Aisyah r.a bertanya.”Mengapa engkau lakukan hal itu? bukankah Allah telah mengampuni dosamu yang telah lalu dan yang akan datang?”rasulallah menjawab:”Bukankah sepantasnya aku menjadi seorang hamba yang bersyukur? (H.R. Bukhari dan Muslim)

 Kisah sahabat nabi

SALMAN AL-FARISI
Dia berasal dari Isfahan,warga suatu desa yang bernama “Ji”. Bapaknya seorang bupati dan dia adalah orang yang paling disayangi oleh ayahnya.Agama awalnya adalah Majusi.sewaktu melaksanakan tugas ayahnya untuk mengawas tanah, dalam perjalanan dia melewati sebuah gereja milik Nashrani, dan tertarik dengan agama tersebut sampai berdiskusi dengan ayahnya yang menyebabkan kakinya dirantai dan dia dipenjarakan. Setelah itu ia minta dibebaskan oleh orang Nashrani , kemudian ia berangkat bersama rombongan tersebut ke Syria
Sampai di Syria, dia tinggal bersama seorang Uskup hingga Uskup tersebut meninggal, kemudian digantikan oleh Uskup yang lain.yang ketika telah dekat ajalnya Salmanpun bertanya kepadanya  kepada siapa dia akan dipercayakan.  Uskup tersebut berkata:”Anakku! Tak seorangpun yang kukenal serupa dengan kita keadaannya dan dapat kupercayakan engkau kepadanya.Tetapi sekarang telah dekat datangnya masa kebangkitan seorang nabi yang mengikuti agama Ibrahim secara murni.Ia nanti akan hijrah kesuatu tempat yang ditumbuhi kurma dan terletak diantara dua bidang tanah berbatu-batu hitam.seandainya kamu dapat pergi kesana,temuilah dia! Ia mempunyai tanda –tanda yang jelas dan gamblang:Ia tidak mau makan shadaqah, sebaliknya bersedia menerima hadiah dan dipuncaknya ada tanda kenabian yang bila kau melihatnya, segeralah kau mengenalinya”.
Kemudian dengan perjalanan yang panjang  sampailah Salman al-Farisi di negeri Madinah dan menemukan laki-laki yang mempunyai ciri-ciri kenabian sambil akhirnya dia meratap dan  menciuminya sambil menangis .Lalu Salman dipanggil menghadap Rasulallah dan menceritakan kisahnya  kepada Rasulallah dan dia dibebaskan untuk menjadi manusia yang merdeka
Salman, seorang putera Persi, suatu negeri yang terkenal dengan kemewahan dan kesenangan hidup , sedang ia bukan berasal dari golongan miskin atau bawahan , tapi dari golongan berpunya dan kelas tinggi. Namun tekadnya tetap  untuk terus mencari kebenaran, sampai ia mendapatkan apa yang ia cari. Bahakan dalam masa-masa kejayaan ummat Islam, dimana panji-panji Islam telah berkibar diseluruh penjuru, harta benda yang tak sedikit juumlahnya mengalir ke Madinah sebagai pusat pemerintahan baik sebagai upeti maupun pajak untuk kemudian diatur pembagiannya menurut ketentuan islam,hingga negara mampu memberikan gaji dan tunjangan tetap,tak terkecuali untuk salman al-farisi.
Namun dalam kehidupannya,tak satupun barang berharga yang digemari atau diutamakan oleh Salman sedikitpun, kecuali suatu barang yang amat diharapkan dan dipentingkannya, bahkan telah dititipkan kepada isterinya untuk disimpan ditempat yang tersembunyi dan aman.Barang tersebut hanyalah sedikit Kesturi yang diperolehnya waktu pembebasan Jalula dahulu.,yang sengaja disimpan untuk wangi-wangian dihari wafatnya.
Maroji’:

-Tarbiyah Ruhiah, DR Abdullah Nashih Ulwan

– Karakteristik Perihidup enam puluh shahabat Rasulullah

One Response

  1. Subahanallah.. syukur memang merupakan cerminan kualitas hati tertinggi .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: