QADHAYATUL UMMAH

1.A.     IFTITAH
(Muhammad SAW) became apparent : “It is expected that the nations will call other nations to share them against you (Muslims) as the eaters call each other to eat from the food in front of them in a large wooden plate.” A person asked the Prophet     , will that happen because of our small number on that day? The prophet said: “Nay! Your number (will be) great, but you will be rubbish like the rubbish of floodwater. And certainly Allah will remove from the hearts of your enemies ‘the fear from you’ and surely He (Allah) will throw Wahn in your hearts.” A person asked: What is ‘Wahn’, O Allah’s Messenger? The Prophet SAW said, “Wahn: is to love (this) world and to hate the death.”

Dalam hadits lain yang semakna disebutkan pula bahwa pada masa tersebut keadaan kamu muslimin itu bagaikan buih di lautan – walaupun jumlah mereka (buih itu) banyak, tetapi jumlah yang banyak itu tidak berdaya untuk menghadapi sapuan air disekelilingnya; buih itu hanya bisa “mengikut” saja terhadap gelombang air yang ada disekelilingnya.
Rasa-rasanya masa yang diramalkan oleh Rasulullah      tersebut telah tiba. Pada masa sekarang, jumlah kaum Muslimin tidaklah sedikit, tetapi kenyataannya jumlah yang banyak itu tiada artinya dalam menghadapi terjangan musuh-musuh Islam. Kaum muslimin ini benar-benar seperti hidangan bagi musuh-musuh Islam, bagaikan orang-orang yang kelaparan, maka melihat hidangan yang banyak akan membuatnya “gila” untuk segera menghabiskan seluruh makanan di hadapannya, … tanpa ada rasa khawatir bahwa hidangan itu akan melawannya, … yang ada hanyalah keyakinan bahwa hidangan itu akan mampu dia habiskan.
Sahabat-sahabat, … marilah kita renungi keadaan umat kita ini sejenak. Sungguh musuh-musuh Islam telah mulai melahap hidangannya melalui gerakan mereka yang kita kenal sebagai ghazwul Fikr.

Betapa tidak ???! Mereka (musuh-musuh Islam) berusaha merusak moral generasi muda Islam melalui film-film yang menggambarkan kerusakan moral dan kerendahan akhlak yang disajikan dengan bumbu-bumbu bahwa gambaran itu adalah gambaran generasi muda yang modern. Pada saat mereka menggambar melalui filmya cara pergaulan bebas generasi muda mereka, mereka meyakinkan generasi muda kita bahwa cara pergaulan bebas itulah yang modern, sedangkan cara pergaulan yang Islami – yang menjaga norma-norma hijab – mereka yakinkan sebagai cara pergaulan yang kuno. Atau mereka gambarkan juga dalam film-filmnya cara berpakaian yang jauh dari norma-norma Islami dan ditangkap oleh generasi muda kita sebagai cara berpakaian yang trendy dan layak ditiru. Bukankah itu semua adalah cara mereka dalam upaya merusak generasi muda kita ???! Lalu bagaimana cara generasi muda kita untuk mendapatkan film-film itu ?????? Dengan MEMBELINYA !!!! Kebodohan macam apa ini ???? Kita dicekcoki dengan berbagai budaya jahiliyah dan kita harus memberikan harta kita agar kita bisa dicekcoki oleh budaya itu ???? Apakah ini tidak juga menunjukkan kepada kita bahwa kita sedang dimakan oleh mereka ?? Bahkan dimakan sampai dua kali ??? Di satu sisi mereka beruntung karena telah berhasil merusak generasi muda kita – sehingga generasi muda ini tidak siap untuk menerima estafet perjuangan Islam – dan disisi lain mereka mendapatkan keuntungan materil berupa uang hasil penjualan film itu ??? Setiap orang waras yang dapat berpikir sehat tentu akan menganggap kita yang melakukan hal ini sebagai orang bodoh – ditipu dan harus membayar agar ditipu.
Atau contoh lainnya adalah dalam mode pakaian. Mereka (Barat) menjual pakaian-pakaian mereka – yang dapat dipastikan bahwa pakaian-pakaian tersebut tidak ditujukan untuk menutup aurat – dan siapa yang membelinya ? KITA. Akhirnya wanita-wanita kita berpakaian seperti cara berpakaian mereka (Barat) yang akhirnya merangsang nafsu syahwat pemuda-pemuda Islam dan mengotori pikiran-pikiran mereka. Bencana apa lagi yang menimpa kita kali ini ??? Sekali lagi mereka mendapatkan keuntungan materil dan keuntungan keberhasilan dalam merusak generasi muda kita.
Tetapi ada lagi kebodohan lain yang kita lakukan. Yaitu mereka menjual produk – produk makanan dan minuman mereka. Lalu kita membelinya – dan menganggap makanan dan minuman itu sebagai makanan dan minuman yang modern serta kita merasa hebat jika kita bisa memakan atau meminumnya – dan mereka (musuh-musuh Islam) mendapatkan keuntungan berupa uang. Lalu mereka apakan uang itu ?? Ternyata uang keuntungan itu dijadikan biaya untuk mematahkan tangan-tangan kecil bocah Palestina. Dana tersebut juga dijadikan modal untuk membeli peluru-peluru tajam dan menembaki saudara-saudara Muslim di Palestina. DAN KITA DENGAN IKHLAS BAHKAN BANGGA MEMBERIKAN RUPIAH KITA UNTUK MEREKA (MUSUH-MUSUH ISLAM) saat kita membeli makanan atau minuman produk mereka itu. Hari ini saat sebagian besar adik-adik kita di Palestina berlomba mengejar syahid, masihkah kita tega berbuat bodoh ??! Jika menolong mereka belum lagi mampu kita lakukan, maka minimal jangan sampai satu rupiah harta kita dengan sadar bahkan bangga kita sumbangkan untuk membunuh mereka.

Lihatlah keadaan tersebut diatas teman-teman, … Masihkah kita menganggap bahwa kaum muslimin saat ini belum diserang oleh musuh-musuh Islam ??! Belum sadarkah kita bahwa saat ini kita telah menjadi buih dilautan, menjadi santapan besar bagi musuh-musuh Islam yang lapar ????!!
Teman-teman ,…. kami yakin bahwa teman-teman semua masih memiliki nurani dan keberpihakan kepada panji Islam ini. Ketahuilah bahwa dalam keadaan yang seperti ini maka panji Islam telah lama terkulai. Dan membutuhkan tangan-tangan perkasa yang mau bergerak untuk menegakkan kembali panji kejayaan Islam ini.
Teman-teman, … marilah kita mulai bergerak bersama mulai saat ini untuk menegakkan kembali izzah Islam yang telah lama hilang. Marilah kita satukan hati-hati kita ini untuk menjalankan da’wah-Nya dan marilah kita saling berjanji untuk membela syari’at-Nya.
1.B.     SEBAB-SEBAB INTERN KELEMAHAN UMAT ISLAM
Teman-teman, … setelah kita mengetahui bahwa umat Islam saat ini tengah “dimakan” oleh musuh-musuhnya, apakah ada kemungkinan bahwa panji Islam ini akan tegak kembali ??? ADA, dan kemungkinan itu cukup besar JIKA kita yang sekarang saat ini telah mengetahui keadaan umat Islam ini mau untuk bergerak dan berusaha sesuai kemampuan kita masing-masing untuk mengembalikan izzah Islam.
Teman-teman, … penjelasan yang kami paparkan terdahulu tidak kami maksudkan hanya sebagai wawasan saja kepada teman-teman. Buat apa kita berwawasan luas jika kita tidak pernah berkarya nyata ??? Sungguh, setiap Muslim yang berkomitmen terhadap ke-Islamannya akan merasa ikut bertanggungjawab untuk membantu umat ini yang tengah “dicabik-cabik” oleh musuh-musuhnya.
Ada beberapa sebab – yang dirumuskan oleh para ‘ulama – yang mengakibatkan umat Islam berada dalam posisi yang lemah seperti saat ini. Yaitu :
1.b.i. Ketidakmantapan Aqidah
Aqidah seorang Muslim yang sejati tercermin dalam kalimatnya sewaktu mendirikan shalat :
“Inna shalati wanusuki wamahyaya wamamati lillahi Rabbil alamin.”
(Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Rabb sekalian alam)
Artinya seorang Muslim yang memiliki aqidah yang mantap akan meniatkan seluruh tujuan hidupnya bagi Allah dan Islam. Andaikata ia belajar, maka ia akan niatkan belajarnya itu agar mendapatkan ilmu untuk memajukan Islam. Andaikata ia bekerja maka ia berusaha agar hasil pekerjaannya itu bermanfaat bagi Islam dan umatnya.
Ingatlah bahwa musuh-musuh Islam berani memberikan sebagian keuntungan hasil usahanya untuk membiayai prajurit-prajuritnya dalam menghadapi kaum Muslimin. Mereka yang berada dalam kebathilan berani berbuat untuk keyakinan mereka, MENGAPA KITA YANG JELAS-JELAS BERADA DALAM KEBENA-RAN TIDAK BERANI BERBUAT MINIMAL YANG SERUPA ATAU YANG LEBIH BAIK LAGI ????
Marilah kita mulai mengikhlaskan seluruh aktivitas kehidupan kita ini untuk-Nya. Dan marilah kita mulai memilih aktivitas-aktivitas kehidupan kita ini sehingga aktivitas kita adalah aktivitas yang mendukung tertegak-kannya risalah-Nya dimuka bumi ini.
“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quraan. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.” (At Taubah:111)
“Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan dari padanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (Al Baqarah:267)
“Adakah yang lebih baik perkataannya selain dari orang-orang yang menyeru kepada Allah swt dan mereka beramal shalih dan berkata sesungguhnya kami termasuk orang-orang yang berserah diri.” (Al Fushillat)
1.b.ii. Kelemahan dalam sisi Tarbiyah (Pembinaan)
Seorang Muslim dan kafir tidak ditentukan oleh sekedar nama, cara berpakaian, cara berbicara, dll. Tetapi seorang Muslim dan kafir dipisahkan berdasarkan ilmu dan amal yang didasari oleh ilmunya itu. Ilmu apakah yang dapat mengantarkan seseorang menjadi Muslim yang sejati ?? Yaitu ilmu yang memberikan pemahaman kepadanya mengenai apa tujuan hidup ini ? Kepada siapa ia harus mengabdi ? Apa saja yang diperintahkan tuannya kepadanya dan apa saja yang dilarang tuannya kepadanya.
Maka menjadi pentinglah bagi kita untuk mengetahui apa saja yang diperintahkan Allah swt. kepada kita dan apa saja yang dilarang Allah swt. kepada kita.
Ada beberapa hal yang menjadi segi kelemahan tarbiyah ini :
1)    Sebagian generasi muda Islam hanya menggantungkan pembinaan pendidikan keislamannya pada pelajaran di sekolah yang berdurasi 2 jam seminggu ( 1,2 % dari seluruh jatah hidupnya dalam seminggu). Apakah mungkin suatu tanaman dapat tumbuh jika selama hidupnya selalu disimpan di lemari es kecuali 2 jam setiap minggunya ?? Maka mungkin keadaannya serupa itulah mengenai keimanan ini.
2)    Sebagian pendidikan keislaman yang ada hanya berorientasi kepada perluasan wawasan saja tanpa berimplementasi pada pemahaman dan pengamalan. Sehingga terjadi “santri-santri” yang berwawasan luas tetapi bermoral rusak dan “da’i-da’i” yang mau disogok oleh minuman keras – na’udzubillah – guna berfatwa sesuai keinginan si penyogoknya.
Sedangkan para shahabat Nabi saw. belajar Islam persekian ayat. Setiap telah mengetahui sekian ayat tersebut, maka para sahabat berhenti untuk mencoba mengamalkannya dahulu. Jika sudah berhasil mengamalkannya maka barulah para sahabat mempelajari sekian ayat selanjutnya.
Seorang petani rela membanting tulang bekerja untuk merawat sawahnya agar padinya dapat tumbuh subur dan dapat dipanen. Maka jika kita menyadari bahwa iman adalah lebih berharga daripada padi hasil panenan maka mengapa kita tidak juga mau berupaya untuk mempelajari dan mengamalkan Islam secara kaffah ??!
Imam Hasan al-Bashri  mengucapkan  perkataan  yang  sangat  dalam artinya : “Orang yang beramal tetapi tidak disertai dengan ilmu pengetahuan tentang itu bagaikan orang yang melangkahkan kaki tetapi  tidak meniti jalan yang benar. Orang yang  melakukan  sesuatu  tetapi  tidak memiliki pengetahuan tentang sesuatu itu, maka dia akan membuat  kerusakan yang lebih banyak daripada  perbaikan  yang  dilakukan.  Carilah ilmu selama ia tidak mengganggu ibadah yang engkau lakukan. Dan  beribadahlah  selama  ibadah   itu   tidak   mengganggu   pencarian   ilmu pengetahuan.”
1.b.iii. Tidak adanya tandzim (struktur) yang solid
“Allah mencintai orang-orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seolah-olah mereka adalah bangunan yang kokoh.” (Ash-Shaff:4)
Pada saat teman-teman tergerak untuk bangkit berusaha menegakkan kembali panji Islam ini, maka hal tersebut suatu keutamaan dan Insya Allah, Allah akan membalasnya dengan ganjaran yang lebih baik.
Tetapi ketahuilah bahwa musuh-musuh yang menggerogoti Islam sangatlah banyak. Maka tidaklah wajar jika kita bercita-cita menegakkan kembali Islam sedangkan kita hanya berjuang seorang diri. Maka bergabunglah dengan tanzhim-tanzhim gerakan Islam yang telah ada dan yang teman-teman yakini kebersihannya.
Tetapi saat ini sebagian umat Islam malah tidak melihat tingkat pentingnya bergerakdalam  amal jama’i (bergerak secara bersama-sama). Tidak sedikit orang yang merasa cukup dengan beramar ma’ruf nahi munkar seorang diri saja.
Padahal beban-beban perjuangan Islam terlalu berat untuk dipikul oleh seseorang secara individual. Kekuatan-kekuatan yang menjadi musuh-musuh Islam pun teramat banyak.
Hal ini menuntut adanya persatuan dari para pejuang Islam dalam struktur (tandzim) haraki yang setarap dengan struktur yang dihadapi (jahiliyah), tanpa persatuan ini tugas perjuangan Islam tak mungkin dapat dihasung meskipun dengan berpayah-payah dan pengorbanan seluruh kemampuan.
“Dan bahu-membahulah kalian dalam melaksanakan kebaikan dan ketakwaan” (QS. Al-Maidah:2)
Karena itu sahabat, marilah kita BERSATU DALAM PERJUANGAN DAKWAH

1.b.iv. Kurangnya tsaqafah (wawasan) terutama dalam hal manajerial
Allah Swt. telah memerintahkan kepada kita :
“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi …” (Al Anfaal:60)
Keprajuritan adalah salah satu bentuk daripada mempersiapkan kekuatan tersebut. Dan ilmu pengetahuan juga merupakan salah satu bentuk lainnya dari persiapan kekuatan tersebut.
Dengan ilmu pengetahuan kita dapat mengetahui cara yang paling tepat diantara cara-cara lainnya yang juga tepat dalam menghadapi musuh-musuh Islam. Bukankah ada lebih dari 1000 jalan menuju ke Makkah ?? Maka yang menjadi pilihan kita adalah menemukan jalan yang paling cepat dan aman. Dan untuk itu kita memerlukan ilmu pengetahuan.
Ali bin Abi Thalib mewasiatkan : “Kebatilan yang terorganisir dapat mengalahkan kebenaran yang tidak terorganisir.”
Keadaan sekarang adalah kecenderungan masyarakat untuk menjadikan Barat sebagai kiblat ilmu pengetahuan. Kita tidak menolak kenyataan bahwa sebagian ilmu pengetahuan yang mutakhir lebih dikuasai oleh orang-orang kafir daripada oleh orang-orang Islam. Ini adalah salah satu bentuk kekalahan kita yang lain.
Tetapi ada salah satu bentuk tsaqafah yang dapat kita latih semenjak dini yaitu dalam hal manajerial atau organisasi. Perjuangan menghadapi musuh-musuh Islam akan menuntut penataan orang-orang yang bergerak didalamnya. Karena itu dibutuhkan orang-orang yang cakap dalam pengorganisasian orang-orang tersebut.
1.b.v. Hancurnya ikatan ukhuwwah dan persatuan dunia Islam
Yang terjadi saat ini adalah lunturnya ukhuwah antar umat Islam sebagai saudara-saudara seaqidah. Suatu dasar persaudaraan asobiyah (kedaerahan, dll) lebih sering diprioritaskan daripada dasar persaudaraan aqidah. Sudah mampukan teman-teman untuk menghadirkan rasa cinta kepada setiap saudara-saudara teman-teman yang seaqidah ???
1.C.     SEBAB-SEBAB EKSTERN KELEMAHAN UMAT ISLAM
1.c.i. Ghazwul Fikr
Pengertian Ghoqwul Fikri
    Secara bahasa
Gozwul Fikri terdiri dari dua kata; ghozwah dan Fikr. Ghozwah berarti serangan, serbuan atau invasi. Fikr berarti pemikiran. Serangan atau serbuan di sini berbeda dengan serangan dan serbuan dalam qital

Serangan/Serbuan
Qital (perang)    Gozwah
    Saling mengetahui, siapa lawannya        Sepihak, pihak lain tidak menyadari dirinya diserang
    Banyak korban jiwa        Relatif tidak ada
    Membutuhkan dana yang besar        Relatif membutuhkan dana yang sedikit
    Hasilnya belum tentu berhasil        Hasilnya nyata terlihat & berhasil
    Efeknya terbatas        Efeknya dalam dan luas
Contoh : Ghozwul Fikri yang dilakukan dengan cara penyebarluasan film-film barat :
•    Sewaktu generasi Islam menonton film-film Barat, mereka tidak menyadari bahwa musuh sedang memerangi mereka melalui penayangan film-film itu. Yang mereka tahu hanya menikmati pemutaran film tersebut
•    Dari pemutaran film itu jelas tidak ada korban jiwa. Bahkan lebih dahsyatnya lagi, orang yang telah terkenai paham ghazwul fikri ini dapat menjadi agent musuh untuk menyebarluaskan paham GF ini. Contoh : orang yang terpengaruh untuk berpakaian secara kebaratan akan cenderung untuk memakai pakaian secara kebaratan juga. Sewaktu ia memakai pakaian orang kafir itu, secara otomatis ia juga mempengaruhi orang-orang lain yang melihat cara berpakaiannya. Hal inilah yang menyebabkan efek dari GF ini dalam dan luas
•    Ghozwul Fikri ini cenderung murah, bahkan dapat memberikan keuntungan. Contoh : dengan menyebarluaskan film, mereka dapat menjualnya dan memperoleh keuntungan darinya
•    Dalam perang, hasilnya mungkin tidak terlihat, karena yang dirasakan adalah kerugian korban jiwa, daerah yang hancur, dll.
    Secara Istilah
Penyerangan dengan berbagai cara terhadap pemikiran umat Islam guna merubah apa yang ada di dalamnya sehingga tidak lagi bisa mengeluarkan darinya hal-hal yang benar karena telah tercampur aduk dengan hal-hal tak Islami.

Sasaran Ghozwul Fikri
1.    Menjauhkan umat Islam dari Dien (agama)-nya.
“Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebagian apa yang telah Diturunkan Allah kepadamu.” (QS. Al Maidah 5:49)
“Dan sesungguhnya mereka hampir memalingkan kamu dari apa yang telah Kami Wahyukan kepadamu, agar kamu membuat yang lain secara bohong terhadap Kami; dan kalau sudah begitu, tentulah mereka mengambil kamu jadi sahabat yang setia.” (QS. Al Isra’ 17:73)
2.    Berusaha memasukkan yang sudah kosong Islamnya ke dalam agama kafir
“Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barang siapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal d dalamnya. (QS. Al Baqarah 217)
“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka.” (QS. Al Baqarah 2:120)

3.    Memadamkan cahaya (agama) Allah.
“Mereka berkehendak memadamkan Cahaya (Agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak Menghendaki selain Menyempurnakan Cahaya-Nya, walau-pun orang-orang yang kafir tidak menyukai.” (QS. At-Taubah 9:31)
Metode Ghozwul Fikri
1.    Membatasi supaya Islam tidak tersebar luas
    Tasykik (pendangkalan/peragu-raguan)
Gerakan yang berupaya menciptakan keragu-raguan dan pendangkalan kaum muslimin terhadap agamanya
    Tasywih (pencemaran/pelecehan)
Upaya orang kafir untuk menghilangkan kebanggaan kaum muslimin terhadap Islam dengan menggambarkan Islam secara buruk. (Terbelakang, bodoh, dsb)
    Tadhlil (penyesatan)
Upaya orang kafir menyesatkan umat mulai dari cara yang halus sampai cara yang kasar. (Membuat umat Islam suka membedakan antara yang hak dan yang bathil)
    Taghrib (Pembaratan / westernisasi)
Gerakan yang sasarannya untuk mengeliminasi Islam, mendorong kaum muslimin agar mau menerima seluruh pemikiran dan perilaku barat
2.    Menyerang Islam dari dalam
    Penyebaran fahan sekularisme
Berusaha memisahkan antara agama dengan kehidupan bermasyarakat dan bernegara
    Penyebaran faham nasionalisme
Nasionalisme membunuh ruh ukhuwwah Islamiyah yang merupakan azas kekuatan umat Islam
“Bukan dari golonganku orang yang mengajak pada ashobiyah dan bukan golonganku orang yang berperang atas dasar ashobiyah dan bukan dari golonganku orang yang mati karena ashobiyah.” (Hadits)
    Pengrusakan akhlak umat Islam terutama para pemudanya.

Sarana Ghozwul Fikri :
    Mass Media : cetak dan elektronika
    Sex
    Sport (melalui cara berpakaian, pengagungan terhadap suatu bentuk olahraga)
    Song (melalui syair-syairnya, cara membawakannya)
    Pariwisata (menghidupkan kebudayaan paganis disuatu daerah dengan alasan pariwisata, memperkenalkan masyarakat dengan kebudayaan barat (turis))
    Pendidikan (tugas belajar sehingga memperoleh nilai-nilai barat, kurikulum sekolah)

Hasil Ghozwul Fikri :
1.    Umat Islam menyimpang dari Al-Qur’an dan As-Sunnah
Berkatalah rasul, “Ya Tuhan-ku, sesungguhnya kaumku menjadikan al-Qur’an ini suatu yang tidak diacuhkan.” (QS. Al Furqan 25:30)
Padahal Al-Qur’an dan as-Sunnah lah yang menghidupkan jiwa kaum muslimin. Mengobarkan mereka untuk jihad dan mati syahid.
2.    Minder dan rendah diri
“Janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS. Ali ‘Imran 3:139)
3.    Ikut-ikutan (QS. 17:36)
4.    Terpecah belah
“yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.” (QS. Ar Rum 30:32)
1.c.ii. Orientalisme

Ta’rif
Orientalisme adalah gelombang pemikiran yang mencerminkan berbagai studi ketimuran yang Islami. Yang dijadikan obyek studi mencakup peradaban, agama, seni, sastra, bahasa dan kebudayaannya. Gelombang pemikiran ini telah memberikan andil besar dalam membentuk persepsi Barat terhadap Islam dan dunia Islam. Caranya ialah dengan mengungkapkan kemunduran pola fikir dunia Islam dalam rangka pertarungan peradaban antara Timur (Islam) dan Barat.

Pemikiran dan Doktrin-doktrinnya
Pertama : Motivasi Orientalisme
1.    Motivasi Agama
Motivasi inilah yang melatarbelakangi pertumbuhan orientalisme yang berlangsung begitu lama. Sasarannya antara lain :
a.    Menumbuhkan keragu-raguan atar kerasulan Muhammad SAW dan menganggap hadits Nabi sebagai perbuatan ummat Islam selama tiga abad pertama
b.    Menumbuhkan keraguan terhadap kebenaran al-Qur’an dan memutar balikkannya
c.    Memperkecil nilai fih Islam dan menganggapnya sebagai adopsi dari hukum Romawi
d.    Memojokkan bahasa Arab dan menjauhkannya dari ilmu pengetahuan yang semakin berkembang
e.    Mengembalikan Islam kepada sumber Yahudi dan Nashrani
f.    Mengkristenkan ummat Islam
g.    Mengangkat hadits-hadits dha’if dan maudhu’ untuk mendukung pendapatnya dan membangun teorinya

2.    Motivasi ekonomi dan penjajahan
Lembaga-lembaga keuangan, perusahaan-perusahaan raksasa dan pihak pemerintah sendiri telah mengeluarkan biaya banyak untuk para peneliti dalam rangka mengenal lebih jauh tentang kondisi negara-negara Islam melalui laporan lengkap mereka. Penelitian tersebut sangat digalakkan terutama pada masa sebelum penjajahan Barat dalam abad 19 dan 20 M
3.    Motivasi politik
a.    Melemahkan semangat ukhuwah Islamiyah dan memecah belah ummat untuk dikuasai
b.    Menghidupkan bahasa Arab ‘amiyyah (pasaran) dan mengkaji adat istiadat yang berlaku
c.    Para pegawai di negara-negara diarahkan untuk mempelajari bahasa asing agar memahami seni dan agama penjajah. Tujuannya agar mereka mudah dipengaruhi dan dikuasai.
4.    Motivasi keilmuan
a.    Sebagian orientalis ada yang mengarahkan penelitian dan analisisnya semata-mata untuk pengetahuan. Sebagian mereka ada yang sampai kepada esensi Islam dan bahkan masuk Islam.

Kedua : Mu’tamar dan Organisasi
Pada tahun 1873 di Paris telah diselenggarakan Mu’tamar orientalis pertama. Setelah itu berulang kali mu’tamar-mu’tamar sejenis diselenggarakan. Sampai hari ini tidak kurang dari 30 kali mu’tamar tingkat internasional diselenggarakan. Belum lagi berupa diskusi, seminar dan pertemuan-pertemuan yang bersifat regional. Dalam mu’tamar-mu’tamar semacam itu hadir ratusan ilmuwan orientalis.

Ketiga : Ide-ide Orientalisme yang Sangat Berbahaya
George Sale, dalam kata pengantar terjemahan al-Qur’annya (1736 M), menyatakan bahwa al-Qur’an adalah produk karangan Muhammad. Ini, kata dia, tidak dapat dibantah.
Richard Bell menganggap Muhammad dalam menyusun al-Qur’an telah mengambil sumber Yahudi, khususnya Perjanjian Lama dan sumber Nashrani.
Reinhart Dozy (Meninggal 1883 M) menganggap bahwa al-Qur’an mengandung selera sangat buruk. Di dalamnya tidak ada yang baru, kecuali sedikit. Selain gaya bahasanya yang tidak menarik, kalimat-kalimatnya terlalu panjang dan membosankan.
Menteri urusan koloni Inggris di dalam salah satu – isi laporan – nya yang disampaikan kepada Kepala Pemerintahan 9 Januari 1938 menyatakan, “Kami telah mengambil pelajaran dari perang. Ternyata persatuan Islam adalah sangat berbahaya. Ini harus diperangi oleh kerajaan. Bukan hanya Kerajaan yang merasakan demikian, tetapi juga Perancis. Kami sangat bahagia karena Khilafah Islamiyyah telah hilang dari peredaran. Saya berharap semoga tidak akan muncul kembali.”
Sedangkan Louis Massignon, tokoh perusak ini, menganjurkan agar bahasa Arab ditulis dengan huruf latin dan menggunakan bahasa ‘Amiyyah.

Catatan
Meski demikian, orang-orang orientalis cukup berjasa dalam menggali buku-buku warisan Islam dan disebarkannya setelah ditahqiq dan disistematikkan.
Banyak diantara mereka yang memiliki metodologi ilmiah yang cukup membantu dalam penelitian.
Sebagian mereka ada juga yang memiliki kesabaran, ketekunan dan ketelitian dalam mentahqiq, menyaring dan menelusuri persoalan.
Seorang Muslim hendaknya kritis dalam menelaah karya-karya mereka, seraya berhati-hati terhadap hal-hal yang merusak dan menyimpang. Seorang Muslim harus membuang yang salah atau membongkar kesalahannya kemudian dilakukan penolakan.
“Hikmah adalah barang hilang milik kaum muslimin. Di mana saja ia ditemukan, kaum muslimin berhak memilikinya.”
Akar Pemikiran dan Sifat Ideologinya
Sebenarnya orientalisme adalah akibat gesekan yang terjadi antara Timur yang Islam dan Barat yang Nashrani pada masa Perang Salib dengan melalui delegasi-delegasi resmi ataupun melalui perjalanan-perjalanan.
Pendorong utamanya ialah aspek theologi Nashrani yang berambisi menghancurkan Islam dari dalam dengan cara tipu daya dan kecurangan. Tetapi-kemudian, pada masa-masa terakhir ini, orientalisme bagaimanapun juga mulai tampak melepaskan diri dari belenggu tersebut dan beralih mendekati semangat ilmiah.

Penyebaran dan Kawasan Pengaruhnya
Barat merupakan arena gerakan kaum orientalis. Mereka terdiri atas orang-orang Jerman, Inggris, Perancis, Belanda dan Hongaria. Mereka sebagian muncul di Italia dan Spanyol. Sekarang, Amerika merupakan pusat orientalis yang tersohor. Di sana banyak terdapat pusat-pusat orientalisme dan pengkajian Islam.
Pemerintah, lembaga-lembaga ekonomi, yayasan dan bahkan gereja tidak segan-segan menguras dana untuk kepentingan orientalisme. Selain mengeluarkan dana keuangan dan dukungan, mereka juga menyediakan fasilitas untuk pengkajian keislaman di universitas-universitas, sampai jumlah orientalis menjadi ribuan orang.
Gerakan orientalisme diciptakan untuk mengabdi kepada penjajahan dan gerakan Kristenisasi. Terakhir gerakan ini dimanfaatkan kaum Yahudi dan Zionisme untuk kepentingannya dalam rangka melumpuhkan Timur yang Islami dan menancapkan dominasinya, baik langsung ataupun tidak langsung.

1.c.iii. Westernisasi

Ta’rif
Westernisasi adalah sebuah arus besar yang mempunyai jangkauan politik, sosial, cultural dan teknologi. Arus ini bertujuan mewarnai kehidupan bangsa-bangsa, terutama kaum Muslimin, dengan gaya Barat. Dengan cara menggusur kepribadian Muslim yang merdeka dan karakteristiknya yang unik. Kemudian kaum Muslimin dijadikan tawanan budaya yang meniru secara total peradaban Barat.
Pemikiran dan Doktrin-doktrinnya
Pertama : Indikasi adanya ide westernisasi
Rasulullah SAW. bersabda, “Kamu pasti akan mengikuti tradisi orang sebelum kamu, sejengkal demi sejengkal atau sehasta demi sehasta. Sehingga jika mereka masuk ke lubang biawak sekalipun kamu akan ikut masuk pula.”
Ibnu Khaldun berkata, “Orang kalah selalu berkeinginan mengikuti yang menang dalam segala hal; dalam berpakaian, berprilaku dan adat kebiasaannya.”
Adanya penggalakan ide pembentukan pemikiran Islam yang maju, yang menjustifikasi model Barat. Tujuannya ialah menghapus keunikan karakteristik kepribadian Islam, agar kemantapan hubungan antara Barat dan dunia Islam terwujud dan mengabdi kepada kepentingan Barat.
Bermunculanya seruan yang bersifat nasionalistik dan pengkajian sejarah kuno serta ajakan kebebasan yang dipandang sebagai asas kemajuan bangsa. Berbarengan dengan itu ditonjolkannya system ekonomi Barat dengan penuh pesona dan kekaguman serta diulang-ulanginya pembicaraan mengenai poligami dalam Islam, pembatasan thalaqdan ihhtilath (pencampuran) antara pria dan wanita.
Buku-buku yang berisi gambaran tentang figur-figur sebagian tokoh Islam dalam bentuk usang, cabul dan palsu. Seperti gambaran dalam buku Seribu Satu Malam, Harun al-Rasyid, kisah yang ditulis Jurji Zaidan. Demikian juga buku-buku yang mengingkari kenabian dan wahyu seperti buku Muhammad Rasulu al-Hurriyah (Muhammad Rasul Pembebas) oleh Syarqawi.

Akar Pemikiran dan Sifat Ideologinya
Pasukan Salib telah menderita kekalahan berulang kali setelah perang Hiththin. Orang-orang Turki Osmani menaklukkan ibu kota Bizantium dan pusat gereja mereka pada tahun 1453 M. Kemudian kota tersebut dijadikan ibu kota Turki dan namanya diubah menjadi Istambul, yakni Dar al-Islam (Negara Islam)
Selain itu pasukan Islam Turki dapat sampai ke Eropa dan menggempur Wina pada tahun 1529 M. Penggempuran ini berlangsung sampai tahun 1683 M. Semua itu diawali dengan jatuhnya Andalusia yang dijadikan pusat pemerintahan dinasti Umawiyah.
Peristiwa-peristiwa tersebut mendorong munculnya westernisasi sebagai upaya menebus kekalahan yang mereka derita selama itu. Sedangkan Kristenisasi menjadi bagian tak terpisahkan dari westernisasi. Tujuan utamanya tidak lain untuk menghancurkan dunia Islam dari dalam.
Westernisasi pada hakikatnya merupakan perwujudan dari konspirasi Kristen-Zionis-Kolonialis terhadap ummat Islam. Mereka bersatu untuk mencapai tujuan bersama, yaitu membaratkan dunia islam agar kepribadian Islam yang unik terhapus dari muka bumi ini.

Penyebaran dan Kawasan Pengaruhnya
Gerakan westernisasi telah mampu merembes hampir di setiap negara di dunia Islam dan negara-negara Timur. Dengan diam-diam masyarakatnya terseret ke dalam peradaban Barat yang materialistic dan modern. Akibatnya mereka terikat oleh roda peradaban Barat.
Pengaruh westernisasi ini berbeda-beda antara satu negara dengan negara lain. Hal itu tampak jelas di Mesir, Iraq, Palestina, Suriah, Yordania, Turki, Indonesia dan Marokko.
Gerakan ini merembes ke seluruh dunia Islam. Akibatnya tidak ada satu negeri Muslim atau negeri Timur yang tidak dirembesi oleh gerakan ini.

1.c.iv. Kristenisasi

Ta’rif
Kristenisasi adalah sebuah gerakan keagamaan yang bersifat Politis kolonialis. Muncul akibat kegagalan Perang Salib sebagai upaya penyebaran agama Kristen ke tengah-tengah bangsa-bangsa di dunia ketiga, terutama di tengah-tengah ummat Islam. Sasarannya mencengkeramkan kekuasaan terhadap bangsa-bangsa tersebut.

Pemikiran dan Doktrin-doktrinnya
Pertama : Pemikiran-pemikiran mereka :
1.    Tentang Persatuan Islam
Kardinal Simon berkata, “Persatuan Islam menghimpun cita-cita Ummat Islam dan membantu melincinkan upaya untuk mendominasi Eropa. Maka gerakan Kristenisasi adalah satu unsur yang sangat dominan untuk memecah gerakan Persatuan Islam. Untuk itu,kita harus membelokkan orientasi persatuan Ummat Islam dengan gerakan kristenisasi.”
Lawrance Brown berkata, “Apabila ummat Islam bersatu dalam sebuah kerajaan Arab, pasti mereka akan menjadi malapetaka yang paling berbahaya di dunia, atau bisa juga akan menjadi dewa penyelamat. Tapi apabila mereka dibiarkan terpecah-pecah, pasti mereka akan tetap tidak bernilai dan tidak berpengaruh.”
Mr. Bills berkata, “Agama Islam adalah sebuah benteng penghalang paling kokoh terhadap perjalanan gerakan Kristenisasi di Afrika.”
2.    Tentang Penyebaran Islam
Henry Jesups, missionaries Amerika berkata, “Orang-orang Islam sebenarnya tidak memahami agama dan tidak pula menghargainya. Mereka adalah pencuri, pembunuh dan terbelakang. Sesungguhnya gerakan Kristenisasi akan tetap berupaya membina mereka agar menjadi bangsa yang berkebudayaan.
Luthfi Livonian, berkebangsaan Armenia, pengarang beberapa buku Islam berkata: “Sejarah Islam adalah sebuah cerita berseri yang mengerikan tentang pertumpahan darah, peperangan dan pembantaian.”
3.    Tentang Muhammad
Missionaris F.J. Harber berkata: “Muhammad pada hakikatnya adalah penyembah patung sebab persepsinya tentang Allah dalam kenyataannya hanya merupakan karikatur.
4.    Tentang Ajaran Islam
Missionaris Henry Jesups berkata, “Islam lebih banyak berpijak pada landasan hadits daripada al-Qur’an. Jika hadits-hadits yang palsu itu dibuang, maka Islam tak akan tersisa sedikitpun. Ia juga menyatakan, “Islam itu sangat dangkal. Wanita menurus Islam adalah budak.”
Sedangkan missionaries John Takly berkata, “Kita harus memperlihatkan kepada orang bahwa yang benar di dalam al-Qur’an bukanlah sesuatu yang baru. Sedangkan yang baru di dalam Islam juga bukan sesuatu yang benar.”
Kardinal Samuel Zewer dalam bukunya Dunia Islam dewasa ini berkata :
–    Kita harus meyakinkan ummat Islam bahwa orang-orang Kristen bukanlah musuh mereka.
–    Kitab suci (Injil) harus disebarkan dalam bahasa-bahasa ummat Islam sebab Injil adalah asas gerakan Masehi yang paling penting
–    Mengkristenkan ummat Islam harus dengan perantaraan seorang utusan dari mereka sendiri dan dari dalam barisan mereka, sebab sebatang pohon itu harus ditebang oleh salah seorang anggotanya.
–    Missionaris Kristen tidak boleh berkecil hati melihat lemahnya hasil missi mereka dalam mengkristenkan ummat Islam, sebab pada dasarnya di dalam kalbu ummat Islam telah tumbuh suatu kecenderungan terhadap ilmu-ilmu Eropa dan pembebasan wanita.”’
Samuel Zwemer dalam Mu’tamar Kristen di Quds th. 1935 M juga berkata :
“… tetapi tugas missionaries Kristen di negara-negara Islam yang telah didukung oleh negara-negara Kristen bukanlah berupaya untuk mengkristenkan ummat Islam, sebab hal ini merupakan suatu petunjuk  dan penghormatan bagi mereka. Tetapi tugas kalian yang terpenting ialah memurtadkan orang Islam dari agama mereka agar menjadi orang yang sama sekali tidak mempunyai hubungan dengan Allah. Kemudian tidak mempunyai hubungan dengan moral yang telah menjadi landasan hidup seluruh bangsa.
Kemudian di bagian lain dia mengatakan, “Kalian telah mempersiapkan suatu generasi yang tidak mengenal hubungan dengan Allah dan tidak mau tahu tentang itu. Kalian harus mengeluarkan seorang Muslim dari agamanya. Dan tidak usah dimasukkan ke dalam agama Kristen. Kelak akan datang suatu generasi yang mentalnya persis yang dikehendaki penjajah. Generasi tersebut tak peduli terhadap masalah-masalah besar, tetapi suka bersantai-santai dan malas. Dengan demikian apabila ia melakukan sesuatu, hanya karena ingin popularitas. Jika belajar, hanya karena ingin popularitas. Ia akan mengerahkan apa saja demi popularitas.”

Kedua : Sarana dan Fasilitas
1.    Medis
Melalui pelayanan-pelayanan kesehatan mereka lancarkan Kristenisasi. Aktivitas tersebut dijadikan sarana utama Kristenisasi.
Paul Harison dalam bukunya “Dokter di Negara-negara Arab berkata, “Kami siap berada di negara-negara Arab untuk menggiring penduduknya menjadi Kristen.”
Seorang missionaries wanita, Eide Harris mengatakan, “Dokter Kristen harus memanfaatkan kesempatan dalam prakteknya untuk memasukkan missi Kristiani ke telinga dan hati ummat Islam”.
Mr. Harber menyatakan perlunya diperbanyak missi kesehatan. Sebab, kata dia, para tenaga medis berhadapan langsung dengan massa. Mereka berpengaruh besar terhadap ummat Islam. Pengaruh mereka lebih besar daripada tenaga missi (zending) lain”. (Konferensi Kairo 1906 M).
2.    Pendidikan
Karena itu mereka mendirikan sekolah, akademi, universitas, sekolah tinggi, panti asuhan, taman kanak-kanak, sekolah-sekolah persiapan masuk SD, SMP dan SMA.
Selama 150 tahun mereka telah membagi-bagikan tidak kurang dari 100 juta eksemplar Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru yang telah diterjemahkan ke dalam 1130 bahasa. Juga brosur dan majalah yang harganya mencapai 7 milyar dolar AS.
Di bidang pendidikan ini orientalisme dan kristenisasi bekerjasama dalam mencapai tujuan mereka.
3.    Aktifitas Sosial
–    Menyediakan perumaham-perumahan mahasiswa dan mahasiswi
–    Mendirikan klub-klub
–    Membuat hostel, panti jompo, penampungan anak yatim dan gelandangan.
–    Memperhatikan aktivitas-aktivitas hiburan dan menghimpun orang-orang yang menyukasi aktivitas semacam ini.
–    Mendirikan perpustakaan-perpustakaan missionaries dan menjadikan pers sebagai alat kristenisasi secara luas
–    Menyelenggarakan camping-camping kepramukaan. Aktivitas ini dijadikan ajang utama kristenisasi.
–    Mengunjungi narapidana dan orang-orang sakit di rumah sakit. Mereka diberi hadiah dan pelayanan yang baik.
4.    Keluarga Berencan
Dalam pertemuan Pendeta Shinedo tanggal 5 Maret 1973 M yang dihadiri para uskup dan orang-orang kaya di Gereja Marqus di Alexandria Mesir, diketengahkan beberapa keputusan konferensi. Antara lain tentang ketidakharusan berkeluarga berencana di kalangan masyarakat gereja, baik berupa pembatasan atau pengaturan kelahiran. Malah mereka diberi stimulus untuk memperbanyak keturunan dengan dorongan dan bantuan material dan spiritual. Di antara mereka sangat didorong untuk kawin muda. Pada saat yang sama pembatasan dan pengaturan kelahiran diwajibkan bagi ummat Islam secara ketat. Sebab mereka tahu bahwa 65% lebih dari para dokter dan tenaga medis yang bergerak dalam pelayanan kesehatan dalam masyarakat gereja.
5.    Fitnah dan Peperangan
Orang-orang Kristen aktif mendorong timbulnya peperangan dan fitnah di kalangan kaum Muslimin. Tujuannya adalah untuk melemahkan bangsa-bangsa Islam.
Membangkitkan ketidakstabilan dan keguncangan-keguncangan di masyarakat dengan menyalakan api permusuhan. Caranya antara lain membangunkan jiwa nasionalisme, kedaerahan dan sektarianisme sempit, seperti fir’aunisme di Mesir, Palestina dan Libanon, Asyurisme di Irak, dan Barbarisme di Afrika Utara.

Dalam konferensi Missionaris di India tahun 1911 M, Zwemer berkata, “Pembagian-pembagian politik di dunia Islam dewasa ini merupakan suatu bukti nyata bahwa tangan Tuhan telah berperan dalam sejarah untuk membangkitkan agama Masehi yang kini sedang aktif itu.”
6.    Potensi dan Kemampuan
Di Indonesia orang-orang Kristen menguasai media massa. Mereka memiliki siaran-siaran radio amatira missionaries dan koran-koran nasional. Dalam sensus tahun 1975 M di Indonesia terdaftar 9819 buah gereja milik Kristen Protestan, 3897 orang pastur, 8504 orang missionaries sukarela. Sedangkan Katholik memiliki 7250 buah gereja, 2630 orang pastur dan 5383 orang missionaris sukarela.

Akar Pemikiran dan Sifat Ideologinya
Becker seorang orientalis Jerman berpendapat, “Terdapat sikap permusuhan yang tajam antara Kristen dan Islam. Sebab ketika Islam tersebar pada abad pertengahan, agama ini telah membangun sebuah benteng pertahanan yang kokoh di tengah-tengah upaya penyebaran Kristen. Kemudian Islam tersebar ke berbagai negara yang sebelumnya pernah bertekuk lutut di bawah kekuasaan Kristen.
Kristenisasi pada dasarnya bertujuan untuk memantapkan pengaruh Kristen Barat di negara-negara Islam. Kristenisasi merupakan awal dan landasan kokoh bagi penjajahan. Juga merupakan penyebab langsung lumpuhnya serta melemahnya potensi ummat Islam.

Tempat Tersiar dan Kawasan Kejayaannya
Kristenisasi tersiar secara luas di negara-negara dunia ketiga.
Kristenisasi mendapat sokongan internasional yang melimpah dari negara-negara Eropa, Amerika, gereja-gereja, lembaga-lembaga, universitas-universitas dan organisasi-organisasi internasional.
Saat ini Kristenisasi terfokus di Indonesia, Malaysia, Bangladesh, Pakistan dan Afrika secara umum.

1.c.v. Kapitalisme

Ta’rif
Kapitalisme adalah sebuah system ekonomi yang filsafat sosial dan politiknya didasarkan kepada azas pengembangan hak milik pribadi dan pemeliharaannya serta perluasan faham kebebasan. Sistem ini telah melahirkan banyak malapetakan di dunia. Tetapi ia terus melakukan tekanan-tekanannya dan campur tangan politis, social dan cultural terhadap bangsa-bangsa di dunia.

Pemikiran dan Doktrin-doktrinnya
I.    Prinsip-prinsip Kapitalisme
1.    Mencari keuntungan dengan berbagai cara dan sarana, kecuali yang terang-terangan dilarang negara karena merusak masyarakat seperti heroin dan semacamnya
2.    Mendewakan hak milik pribadi dengan membuka jalan selebar-lebarnya agar setiap orang mengerahkan kemampuan dan potensi yang ada untuk meningkatkan kekayaan dan memeliharanya serta tidak ada yang menjahatinya. Karena itu dibuatlah peraturan-peraturan yang cocok untuk meningkatkan dan melancarkan usaha dan tidak ada campur tangan negara dalam kehidupan ekonomi kecuali dalam batas-batas yang sangat diperlukan oleh peraturan umum dalam rangka mengokohkan kemananan.
3.    Persaingan dan Kompetisi Pasar
4.    Sistem harga bebas sesuai dengan tuntutan permintaan dan kebutuhan dan bersandar pada peraturan harga yang diturunkan dalam rangka mengenda-likan komoditas dan penjualannya.
II.    Pemikiran dan Keyakinan-keyakinan
1.    Tidak ada campur tangan negara dalam kehidupan ekonomi dan membatasi tugasnya hanya untuk melindungi pribadi-pribadi dan kekayaan serta menjaga keamanan dan membela negara.
2.    Kebebasan ekonomi bagi setiap individu, di mana ia mempunyai hak untuk menekuni dan memilih pekerjaan yang sesuai dengan kemauannya. Tentang kebebasan seperti ini diungkapkan dalam sebuah prinsip yang sangat masyhur dengan semboyan, “Biarkan ia bekerja dan biarkan ia berlalu.
3.    Kepercayaan kapitalisme terhadap kebebasan yang tiada batas telah melahirkan berbagai konflik di Barat yang kemudian melanda dunia sebagai akibat dari kehampaan pemikiran dan kekosongan ruhani.
4.    Rendahnya upah dan tuntutan yang tinggi mendorong setiap anggota keluarga bekerja. Akibatnya tali kekeluargaan putus dan sendi-sendi social di kalangan mereka runtuh.
5.    Pendapat Adam Smith yang paling penting ialah tentang ketergantungan peningkatan perekonomian, kemajuan dan kemakmuran kepada kebebasan ekonomi yang tercermin pada :
a.    Kebebasan individu yang memberikan seseorang bebas memilih pekerjaannya, sesuai dengan kemampuannya yang dapat mewujudkan penghasilan yang dapat memenuhi kebutuhan dirinya
b.    Kebebasan berdagang, di mana produktivitas, peredaran produksi dan distribusinya berlangsung dalam iklim persaingan bebas
c.    Kaum kapitalis memandang, kebebasan adalah suatu kebutuhan bagi individu untuk menciptakan keserasian antara dirinya dan masyarakat. Sebab kebebasan itu adalah suatu kekuatan pendorong bagi produksi karena ia benar-benar menjadi hak manusia yang menggambarkan kehormatan kemanusiaan.
III.    Segi-segi Negatif Kapitalisme
1.    Sistem buatan Manusia
Sekelompok kecil pribadi mendominasi pasar untuk mencapai kepentingan sendiri tanpa menghargai kebutuhan masyarakat dan menghormati kepentingan umum
2.    Egoistik
Dalam sistem kapitalisme, individu atau sekelompok kecil pribadi mendominasi pasar untuk kepentingan sendiri tanpa menghargai kebutuhan masyarakat dan kepentingan umum
3.    Monopolistik
Dalam sistem kapitalisme, seorang kapitalis memonopoli komoditas dan menimbunnya. Apabila barang tersebut habis di pasar, ia mengeluarkannya untuk dijual dengan harga mahal yang berlipat ganda, mencekik konsumen dan orang-orang lemah
4.    Terlalu berpihak kepada hak milik pribadi
Kapitalisme terlalu mengagungkan hak milik pribadi. Sedangkan komunisme malah menghilangkan hak milik pribadi.
5.    Persaingan
Sistem dasar kapitalisme membuat kehidupan menjadi arena perlombaan harga. Semua orang berlomba mencari kemena-ngan. Sehingga kehidupan dalam system kapitalisme menjadi riba, dimana yang kuat menerkam yang lemah. Hal ini sering menimbulkan kebangkrutan pabrik atau perusahaan tertentu.
6.    Perampasan tenaga produktif
Kapitalisme membuat para pekerja sebagai barang komuditas yang harus tunduk kepada hukum permintaan dan kebutuhan yang menjadikan dia sebagai barang yang dapat ditawarkan setiap saat. Pekerja ini bisa saja sewaktu-waktu diganti dengan orang lain yang upahnya lebih rendah dan mampu bekerja lebih banyak dan pengabdiannya lebih baik.
7.    Pengangguran
Sistem kapitalis memiliki potensi besar bahwa perusahaan-perusahaan yang lemah bersaing akan mengalami kebangkrutan sehingga tenaga kerjanya menganggur.
8.    Kehidupan yang penuh gejolak
Ini adalah akibat logis dari persaingan yang berlangsung antara dua kelas. Yang satu mementingkan pengumpulan uang dengan segala cara sedangkan yang satu lagi tidak diberi kesempatan mencari kebutuhan pokok hidupnya, tanpa kenal belas kasihan.
9.    Penjajahan
Karena didorong mencari bahan baku dan mencari pasar baru untuk memasarkan hasil produksinya, kapitalisme memasuki petualangan penjajahan terhadap semua bangsa. Pada mulanya pada bentuk penjajahan ekonomi, pola pikir, politik dan kebudayaan. Kemudian memperbudak semua bangsa dan mengeksploitasi tenaga-tenaga produktif demi kepentingan penjajahan.
10.    Peperangan dan malapetaka
Umat manusia telah menyaksikan berbagai bentuk pembunuhan dan pembantaian yang luar biasa biadabnya. Itu terjadi sebagai akibat logis dari sebuah penjajahan yang menimpa umat manusia di bumi yang melahirkan bencana paling keji dan kejam.
11.    Didominasi hawa nafsu
Orang kapitalis berpegang kepada prinsip demokrasi politik dan pemerintahan. Pada umumnya demokrasi yang mereka gembar-gemborkan dibarengi dengan hawa nafsu yang mendominasi dan jauh dari kebenaran dan keadilan.
12.    Riba
“Sistim Kapitalisme tegak diatas landasan riba” sedangkan riba merupakan akar penyakit yang menyebabkan seluruh dunia menderita.
13.    Tidak bermoral
Kapitalisme memandang manusia sebagai benda materi karena itu manusia dijauhkan dari kecenderungan rohani dan akhlaknya. Bahkan dalam system kapitalisme antara ekonomi dan moral dipisahkan jauh-jauh.
14.    Kejam
Kapitalisme sering memusnahkan begitu saja komoditas yang lebih, dengan cara dibakar atau dibuang ke laut karena khawatir harga akan jatuh disebabkan banyaknya penawaran. Mereka berani melakukan itu padahal masih banyak bangsa-bangsa yang menjerit kelaparan.
15.    Boros
Orang-orang kapitalisme memproduksi barang-barang mewah. Disertai iklan besar-besaran, tanpa peduli kebutuhan-kebutuhan pokok masyarakat. Sebab yang mereka cari keuntungan belaka.
16.    Tidak berperikemanusiaan
Orang kapitalis sering mengusir begitu saja seorang buruh karena alasan tenaganya kurang produktif. Tetapi kekejaman ini mulai diperingan akhir-akhir ini dengan adanya perbaikan dalam tubuh kapitalisme
IV.    Perbaikan-perbaikan Kapitalisme
Pada tahun 1932 di Inggris, negara mulai langsung melakukan campur tangan secara besar-besaran. Di Amerika, campur tangan negara mulai diting-katkan sejak tahun 1933. Sedangkan di Jerman campur tangan negaranya dimulai sejak zaman Hitler. Tujuannya tidak lain hanyalah memelihara kesinambungan kapitalisme.
Campur tangan negara terutama dalam bidang perhubungan, pengajaran dan perlindungan terhadap hak-hak warga negara dan masa peraturan yang bersifat sosial seperti asuransi sosial dan orang-orang jompo, pengangguran, orang lemah, pemeliharaan kesehatan, perbaikan pelayanan dan peningkatan taraf hidup.
Kapitalisme mulai berorientasi kepada perbaikan sektoral disebabkan munculnya kaum buruh sebagai kekuatan produktif di negara-negara demokrasi, tekanan dari komite HAM dan untuk membendung ekspansi komunisme yang berpura-pura menolong kaum buruh dan mengklaim sebagai pembelanya.

Akar Pemikiran dan Keyakinannya
Pada dasarnya kapitalisme tegak diatas pemikiran aliran bebas dan aliran klasik.
Kapitalisme pada dasarnya memerangi agama. Pada mulanya bersifat pembangkangan terhadap kekuasaan gereja. Akhirnya membangkang setiap peraturan yang mengandung moral.
Kapitalisme tidak mementingkan peraturan bermoral, kecuali menimbulkan manfaat bagi dirinya, khususnya dari segi ekonomi.
Pemikiran dan pandangan yang muncul akibat revolusi industri di Eropa, berperan menonjol dalam membatasi gejala-gejala kapitalisme.
Kapitalisme menyeru dan membela liberalisme. Tetapi kebebasan politik menjadi kebebasan moral dan sosial. Selanjutnya berubah menjadi permisifisme.

Tempat Tersiar dan Kawasan Pengaruhnya
Kapitalisme tumbuh subur di Inggris, Prancis, Jepang, Amerika Serikat dan sebagian besar dunia barat.
Banyak negara-negara yang hidup dalam iklim membebek baik kepada sistem komunisme ataupun kapitalisme. Tingkat keterikatan mereka berbeda-beda, antara campur tangan langsung, atau dengan bersandar kepada keduanya, baik dalam urusan politik ataupun kebijakan-kebijakan internasionalnya.
Sistem kapitalisme dalam bersikap, sama dengan sistem komunisme. Keduanya berdiri di belakang Israel dalam bentuk dukungan langsung maupun tidak langsung.

1.c.vi. Komunisme

Ta’rif
Komunisme adalah aliran berfikir berlandaskan kepada atheisme, yang menjadikan materi sebagai azas segala-galanya. Ditafsirkannya sejarah berdasarkan pertarungan kelas dan faktor ekonomi. Aliran ini lahir di Jerman dibawah asuhan Marx dan Engels, kemudian menjelma dalam bentuk Revolusi Bolsheviks di Rusia pada tahun 1917 M dengan planning dari Yahudi. Lalu berkembang melakukan ekspansinya dengan tangan besi dan kekerasan. Umat Islam banyak terluka oleh ideologi ini, dan banyak bangsa-bangsa yang hilang dari peredaran sejarah lantaran ulah aliran ini.

Pemikiran dan Doktrin-doktrinnya
–    Diingkarinya wujud Allah dan segala yang ghaib. Dikatakannya bahwa materi adalah azas segala-galanya. Slogan mereka : Percaya kepada tiga : Marx, Lenin, Stalin; dan mengingkari tiga, yaitu : Allah, agama, hak milik pribadi.
–    Ditafsirkannya sejarah umat manusia dengan pertarungan antara kaum borjuis dan proletar. Pertarungan itu, – menurut mereka – berakhir dengan kediktaktoran kaum proletar.
–    Diperanginya agama, dan dianggapnya sebagai candu masyarakat dan babunya kapitalis, imperialis, dan eksploitasi. Dikecualikannya agama Yahudi. Sebab, orang-orang Yahudi adalah bangsa tertindas yang butuh kepada agamanya untuk mengembalikan hak-haknya yang direbut orang lain.
–    Diperanginya hak milik pribadi, dan diproklamirkannya komunisme dalam mengatur dan menghapuskan hukum waris.
–    Amal perbuatan – menurut mereka – tak ada harganya sama sekali di depan kepentingan materi dan usaha-usaha produktifitas.
–    Segala perubahan yang terjadi di dunia ini – menurut mereka – adalah sebagai akibat yang pasti, karena berubahnya sarana produksi. Pemikiran, peradaban, dan kultur adalah hasil daripada lajunya perkembangan ekonomi
–    Dikatakannya, bahwa moral itu relatif. Moral adalah sebuah akibat dari alat-alat produksi.
–    Diperintahnya rakyat dengan tangan besi dan kekerasan. Tak ada kesempatan bagi mereka untuk mengaktifkan daya pikirnya. Sebab, menurut mereka “Tujuan menghalalkan cara”.
–    Diyakininya, bahwasannya tidak ada akhirat, siksa dan tidak pula balasan kecuali dunia ini.
–    Dipercayainya keazalian materi. Dan faktor-faktor adalah unsur penggerak pertama bagi pribadi dan kelompok.
–    Diakuinya kediktaktoran kelas yang sedang berkuasa dan diimpikannya pemerintahan komuni internasional.
–    Komunisme percaya pada pertarungan dan kekerasan, dan berupaya untuk memancing rasa dendam dan benci dikalangan para buruh dan lainnya.
–    Negara adalah partai dan partai adalah negara.
–    Pemimpin politik pusat yang pertama dalam Revolusi Bolsheviks terdiri dari empat orang. Semuanya orang Yahudi, kecuali satu. Ini menunjukkan sejauh mana keterikatan komunisme dan agama Yahudi.
–    Dianggapnya bahwa Al-Qur’an disusun pada masa Utsman ra., kemudian beberapa kali mengalami perubahan sampai abad ke 8. Dicapnya, bahwa Al-Qur’an adalah senjata untuk menebarkan candu bagi masyarakat.
–    Marxisme mengingkari ikatan-ikatan keluarga dan dianggapnya bahwa itu mengandung dukungan terhadap masyarakat borjuis yang kemudian harus digantikan oleh kekacauan seksual.
–    Tidak melarang berbuat apapun, betapapun kejamnya demi tercapainya tujuan mereka. Yaitu agar dunia ini menjadi komunis dibawah dominasi mereka.
–    Lenin berkata, “Hancurnya tiga per empat dunia tidak menjadi persoalan, sebab yang penting ialah agar sisanya yang seperempat lagi menjadi komunis”. Rumus ini diterapkannya di Rusia pada masa revolusi. Sesudah itu diterapkan pula di Cina, dan di negara-negara lain, di mana berjuta-juta manusia dipunahkan.
–    Dihancurkannya mesjid-mesjid dan disulapnya menjadi tempat-tempat hiburan dan partai. Dilarangnya orang-orang Islam untuk menonjolkan slogan-slogan agamanya. Menyimpan al-Qur’an dianggapnya sebagai perbuatan kriminal berat.
–    Ekspansi yang telah mereka lakukan telah banyak menelan korban umat Islam. Mereka telah menduduki negara-negara Islam, membinasakan rakyatnya, merampok harta bendanya dan menginjak-nginjak kehormatan agama dan kesucian umat Islam.
–    Mereka tidak segan-segan melakukan penipuan, pengkhianatan dan pembunuhan untuk melenyapkan lawan-lawannya, meskipun dari anggota partainya sendiri.

Tempat Tersiar dan Kawasan Pengaruhnya
–    Di dunia Islam, mereka telah mengambil manfaat dari kebodohan sebagian penguasanya, dan ambisinya untuk mendukung kursi mereka, walaupun harus mengorbankan agama.
–    Negara-negara komunis membagikan berjuta-juta buku kecil, dan brosur dengan cuma-cuma ke seluruh dunia Islam, mengumandangkan madzhabnya.
–    Komunisme telah membentuk partainya di negara-negara Arab dan negara-negara Islam.
–    Mereka sangat percaya kepada nasionalisme-nasionalisme dan berupaya untuk mewujudkan impiannya dengan pemerintahan internasional yang mereka dambakan.

1.c.vii. Zionisme Internasional

Ta’rif
Zionisme adalah sebuah gerakan politik ekstrim orang-orang Yahudi yang berusaha mendirikan sebuah negara Yahudi di Palestina. Dari negara itulah diharapkan dapat memerintah dunia seluruhnya. Zionisme berasal dari sebuah nama gunung Zion di Al-Quds dimana gerakan ini sangat berambisi untuk membangun haikal (candi Sulaiman) dan mendirikan sebuah kerajaan yang ibukotanya adalah Al-Quds. Gerakan Zionisme berkaitan erat dengan seorang tokoh Yahudi Austria, yaitu Theodor Harzl, yang dikategorikan sebagai pencetus pertama ide gerakan tersebut. Dan idenya itulah yang menjadi landasan berdirinya gerakan Zionisme Internasional.

Pemikiran-pemikiran dan Doktrin-doktrinnya
Zionisme mengadopsi ide dan keyakinannya dari kitab-kitab suci yang telah diselewengkan oleh tokoh-tokoh Yahudi sendiri. Pemikiran-pemikiran Zionisme telah dirangkum dalam “Protokolat para Hakim Zionis”. (Hakim adalah tokoh besar atau ahli agama Yudaisme)
Zionisme menganggap, bahwa semua orang Yahudi di dunia adalah anggota besar keluarga Israel.
Zionisme bertujuan agar orang-orang Yahudi mampu mendominasi dunia, sebagaimana telah dijanjikan oleh Tuhan mereka “Yahweh”. Sebagai titik tolak dari rencana besar itu, mereka harus mendirikan sebuah pemerintahan di bumi yang telah dijanjikan, yaitu yang terbentang dari sungai Nil sampai dengan sungai Eufrat.
Diyakininya bahwa orang Yahudi adalah bangsa istimewa yang harus menjadi tuan yang berkuasa. Sementara bangsa-bangsa lainnya adalah budak-budak mereka.
Dipandangnya, bahwa cara-cara yang terbaik untuk mendominasi dunia adalah dengan mendirikan sebuah pemerintahan atas dasar kekuatan intimidasi dan kekerasan.
Dikumandangkannya kebebasan politik agar mendapat simpati dan dapat menguasai massa. Mereka berkata, “Kita harus tahu, bagaimana cara memberi umpan untuk menjebak mereka ke jaring kita”.
Dikatakannya bahwa masa kekuatan agama telah berakhir yang berkuasa sekarang adalah pemilik emas saja. Oleh karena itu, kita harus mengumpulkan emas dalam genggaman kita dengan segala cara, agar memudahkan kita dalam upaya mendominasi dunia.
Dikatakannya bahwa politik itu kotor dan bertentangan dengan etika. Oleh sebab itu, dalam politik harus ada tipu daya dan kesombongan. Adapun sifat-sifat terpuji dan kejujuran adalah sesuatu yang tabu dalam kamus politik mereka.

Selanjutnya mereka berkata :
–    “Dengan permainan kita, bangsa-bangsa di dunia ini harus ditenggelamkan dalam lautan kehinaan, lewat orang-orang yang telah kita persiapkan untuk itu, yaitu para guru, para pelayan, ibu-ibu asuh, dan wanita-wanita nudis”.
–    “Kita harus menggunakan uang suap, penipuan dan pengkhianatan tanpa rasa ragu, selama perbuatan tersebut bisa mencapai tujuan kita”.
–    “Kita harus aktif membuat kejutan-kejutan (yang mengguncangkan) yang mengakibatkan orang lain bersikap taat membuta pada kita. Dan cukuplah kita dikenal sebagai manusia yang kejam, sadis, biadab dan tidak berperikemanusiaan, agar segala bentuk-bentuk pembangkangan bisa dihilangkan”.
–    “Kami mengumandangkan slogan “Kebebasan, persamaan, dan persaudaraan”. Agar masyarakat tertipu dengan slogan itu. Bahkan mereka akan turut dan turut serta mengumandangkan pula. Dan membeo atas apa-apa yang kita inginkan”.
–    “Kita harus membentengi sebuah aristokrasi berdasarkan harta yang kita miliki, dan spesialisasi ilmu-ilmu yang dimiliki oleh para ilmuwan kita”.
–    “Kita akan berupaya menggiring para pemimpin untuk masuk pada lingkungan kami. Dan penentuan nasib mereka ada di tangan kami. Mereka terpilih berdasarkan jebakan-jebakan yang kami pasang untuk menjaring mereka dengan kriteria moral yang buruk, berambisi besar menjadi pemimpin dan pengalaman yang kurang”.
–    “Kita akan mendominasi media cetak dan elektronika. Sebuah kekuatan efektif yang akan menggiring dunia ke arah yang kita kehendaki”.
–    “Harus dipertajam jurang pemisah antara penguasa dengan rakyat agar kekuasaan itu berjalan seperti orang buta yang kehilangan tongkatnya, dan selanjutnya akan berlindung kepada kita untuk mempertahankan kekuasaanya”.
–    “Harus dinyalakan api persaingan yang tidak sehat antara semua potensi, agar mereka saling bertarung, agar kekuasaan dijadikannya tujuan suci yang selalu dikejar-kejar oleh masing-masing potensi tersebut. Harus dinyalakan juga api peperangan antar negara, bahkan kalau perlu didalam satu negara. Ketika itulah segala kekuatan yang ada akan lumpuh, dan pemerintahan-pemerintahan akan berguguran. Di saat itulah pemerintahan internasional kita tegak di atas puing-puingnya”.
–    “Kami akan maju menghadapi bangsa-bangsa muslim yang tertindas dengan berkedok sebagai tokoh-tokoh pembela kemerdekaan dan juru selamatnya dan mengajak mereka untuk bergabung dalam barisan tentara kami yang terdiri dari orang-orang Freemansory. Berkat adanya kelaparan, kami akan membantu masa dan menggunakan tangan-tangan mereka untuk menumpas siapa saja yang menghalangi jalan perjuangan kami”.
–    “Kita harus menciptakan krisis ekonomi, agar semua bangsa tunduk kepada kita, berkat emas yang sudah kita monopoli”.
–    “Berkat segala sarana dan prasarana kami yang rahasia, kami sekarang berada dalam kondisi yang kuat, sehingga apabila ada satu negara yang menyerang kami, maka negara lain siap membela kami”.
–    “Kata “Kebebasan” mendorong masa untuk bertarung melawan Allah dan hukum-hukum-Nya. Oleh sebab itu kami harus menyebarkan slogan tersebut. Sampai kekuasaan berada di dalam tangan kami”.
–    “Kami mempunyai kekuatan yang tersembunyi dan tak ada seorang pun yang mampu menghancurkannya. Kekuatan itu aktif bekerja secara diam-diam, rahasia dan kejam sedangkan anggota-anggotanya selalu berubah-ubah. Kekuatan inilah yang berperan aktif menggiring semua penguasa dan pemimpin bangsa di dunia ini ke arah yang kami kehendaki”.
–    “Kita harus menghancurkan dominasi iman di dalam kalbu setiap bangsa dan membersihkan otak mereka tentang ide adanya Allah, kemudian kami ganti dengan gaya hidup yang materialistis sebab pemeluk agama hidup dengan bahagia di bawah pengayoman dominasi iman. Dan agar tidak membiarkan masyarakat sempat mengontrol keimanannya, kita harus menyibukkan mereka dengan berbagai cara. Dengan demikian, mereka tidak sensitive lagi menghadapi musuh utama mereka dalam pertarungan internasional”.
–    “Kita harus mengawasi segala sarana yang mendominasi lalu lintas keuangan segala bangsa agar uang digudang-gudang mereka mengalir ke kotak keuangan kita”.
–    “Kami akan aktif membangun masyarakat yang kosong dari nilai kemanusiaan dan moral, berperasaan batu dan muak kepada agama dan politik. Agar harapan satu-satunya yang didambakan hanyalah kenikmatan materi. Ketika itulah mereka tidak berdaya untuk melawan. Oleh sebab itu mereka akan terjebak, tidak berkutik dan selanjutnya bertekuk lutut dihadapan kami”.
–    “Kami akan berupaya menggiring opini umum, sampai hilang kemampuan mereka untuk berfikir sehat. Akan kami sibukkan opini itu sampai mereka yakin, bahwa berita-berita burung yang kami sebarkan adalah benar. Dan kami jadikan opini itu tidak berdaya untuk membedakan antara janji-janji yang mungkin terpenuhi dengan janji-janji palsu. Oleh sebab itu, kami harus membuat lembaga-lembaga yang anggota-anggotanya sibuk menyebarkan pidato-pidato heroik yang selalu mengobral janji.”
–    “Kami akan memperbanyak berita-berita burung yang kontradiktif membakar hawa nafsu, dan membangkitkan emosinya”.
–    “Kita harus mendominasi industri dan perdagangan. Membiasakan masyarakat untuk hidup mewah, berlebihan, glamour, dan kita juga harus aktif juga meningkatkan upah, meningkatkan kredit dan melipatgandakan bunganya. Ketika itulah seluruh bangsa di dunia akan sujud bertekuk lutut di hadapan kita”.
–    “Dalam forum-forum yang formal, kita harus berpura-pura bertentangan dengan nurani kita. Oleh sebab itu kita kutuk kedzaliman, kita kumandangkan kebebasan dan kita telanjangi orang-orang yang zhalim.”
–    “Pers, media massa, semuanya harus berada di tangan kita kecuali sedikit saja yang tidak termasuk di dalam daftar. Kita akan menggunakannya untuk menyebar isu, sampai menjadi berita yang dianggap benar. Kami akan sibukkan masyarakat dengan isu-isu itu, agar mereka melupakan sesuatu yang bermanfaat bagi mereka. Mereka akan kami tarik agar mengekor di belakang nafsu dan kesenangan-kesenangannya.”
–    “Kami akan menghancurkan keluarga dengan cara membangkitkan semangat mandiri dalam diri setiap pribadi agar dia membangkang. Kami akan haling-halangi orang-orang yang mempunyai keistimewaan untuk sampai pada kedudukan tinggi.”
–    “Yang bisa naik di panggung kekuasaan hanyalah mereka yang mempunyai lembaran-lembaran sejarah hitam yang tidak terbongkar. Mereka itu akan menjadi jujur untuk menjalankan perintah-perintah kami, karena takut dibongkar dan ditelanjangi di depan umum. Kami juga tetap membuat boneka-boneka, dan kami akan membesar-besarkan kehebatan dan kepahlawanan mereka itu”.
–    “Kita harus menyibukkan orang lain dengan membuat aneka ragam hiburan, olahraga, konservatori umum, kesenian, seks, dan heroin, untuk meninabobokan mereka, agar tidak menentang atau menghalang-halangi program dan rencana-rencana kami.”

Tempat Penyebaran dan Kawasan Pengaruhnya
Zionisme adalah sebuah mantel politik Yahudi internasional.
Zionisme inilah yang mengendalikan dan membuat planning untuk Israel. Freemansory bergerak bersama ajaran-ajaran zionisme dan pedoman-pedomannya. Para pemimpin dunia dan ahli pikirnya, tunduk kepada gerakan ini.
Zionisme mempunyai beratus-ratus organisasi di Eropa dan Amerika yang bergerak di dalam lapangan yang penampilannya seakan-akan nampak saling bertentangan, padahal semuanya aktif bekerja untuk kepentingan Yahudi internasional.

1.c.viii. Sekularisme

Ta’rif
Sekularisme adalah sebuah gerakan yang menyeru kepada kehidupan dunia tanpa campur tangan agama. Ini berarti bahwa dalam aspek politik, pemerintahan juga harus berdasar sekularisme.

Pemikiran dan Doktrin-doktrinnya
Sebagian orang sekuler ada yang sama sekali mengingkari adanya Allah.
Sebagian ada yang percaya akan adanya Allah, tetapi mereka juga meyakini, bahwa tidak ada hubungan antara Allah dengan kehidupan manusia.
Kehidupan ini hanyalah berdasarkan pada ilmu pengetahuan dan didukung oleh akal dan berbagai eksperimen.
Ditegakkannya tembok pemisah yang kokoh antara dunia ruh dengan materi. Nilai-nilai spiritual menurut mereka adalah nilai-nilai yang negatif.
Dipisahkannya agama dengan politik, dan ditegakkannya kehidupan berdasarkan materi belaka.
Diterapkannya prinsip pragmatisme, dalam segala urusan kehidupan.
Berpegang pada prinsip Machiavelli dalam filsafat hukum, politik dan moral.
Disebarkannya permisifisme, kekacauan akhlak dan dihancurkannya keutuhan keluarga yang merupakan cikal bakal pertama dalam sebuah bangunan masyarakat.
Adapun tersebarnya keyakinan-keyakinan sekularisme dalam mas-yarakat, baik dalam dunia Islam maupun negara-negara Arab, adalah ber-kat jasa kolonialisme dan kristenisasi. Keyakinan-keyakinan itu adalah :
–    Diputarbalikkannya hakekat Islam, Qur’an dan Rasulullah SAW.
–    Diyakininya, bahwa Islam telah menyederhanakan tujuan-tujuannya, yakni dianggapnya bahwa Islam hanyalah berupa ritual dan upacara-upacara keagamaan belaka
–    Dianggapnya, bahwa Islam tidak sesuai dengan peradaban dan hanya menyebabkan kemunduran
–    Dikumandangkannya kebebasan wanita sesuai dengan kebiasaan-kebiasaan wanita-wanita barat.
–    Peradaban Islam diputarbalikkan.
–    Gerakan-gerakan destruktif, kelompok sempalan dalam sejarah Islam dibesar-besarkan bahwa itu adalah gerakan reformasi.
–    Dihidupkannya peradaban-peradaban kuno
–    Segala sistem dan manhaj sekuler dari barat disadur dan ditransfer untuk dimasukkan ke dalam dunia Islam
–    Dididiknya generasi-generasi Islam dengan pendidikan-pendidikan sekuler
–    Apabila ada suatu alasan tentang keberadaan sekularisme di barat, maka tak ada satupun alasan bagi timur untuk menolak sekularisme.

Akar Pemikiran dan Sifat Ideologinya
Mula-mula gerakan ini dirancang untuk memusuhi kekuasaan yang mutlak dari gereja. Tapi dalam perkembangannya, gerakan ini juga memusuhi gerakan apapun, baik yang memusuhi ilmu pengetahuan ataupun mendukungnya.
Yahudi mempunyai peranan yang besar dalam menegakkan sekularisme, karena mereka mendapat jalan untuk mewujudkan dominasinya, yaitu dengan menghilangkan garis pemisah yang bersifat agamis. Yang selama ini menjadi penghalang banga Yahudi dengan semua bangsa lain di dunia.
A. Guillaume berkata, “Tak ada satupun masalah bertentangan dengan ilmu yang didalamnya ada agama, kecuali yang benar di pihak ilmu dan yang salah di pihak sekutu agama”.
Disama ratakannya teori “permusuhan antara ilmu di satu sisi dan agama di sisi yang lain”, agar didalamnya termasuk agama Islam, meskipun agama Islam tidak pernah berlawanan, baik dengan kehidupan manapun dengan ilmu seperti halnya sifat gereja.
Diingkarinya akhirat karena tak ada amal perbuatan untuk akhirat. Mereka yakin bahwa kehidupan di dunia adalah satu-satunya kesempatan untuk bersuka ria dan berfoya-foya.

Tempat Tersiar dan Kawasan Penyebarannya
Sekularisme pertama kali muncul di Eropa. Tetapi mulai diperhitungkan keberadaannya secara politis bersamaan dengan lahirnya revolusi Prancis tahun 1789 M. Berkembang merata ke seluruh Eropa pada abad ke sembilan belas masehi. Kemudian tersebar lebih luas lagi ke berbagai negara di dunia, terutama dalam bidang politik dan pemerintahan, yang pada abad ke dua puluh M di bawa oleh penjajah dan misionaris Kristen.

1.D.     KEJAHILIYAHAN UMAT ABAD DUA PULUH
Kejahiliyahan sama sekali tidak bergantung kepada waktu dan tempat, dan tidak pula bergantung kepada taraf ilmu pengetahuan, kemajuan material, tatanan dan peradaban. Hidayah adalah mengenal Allah dan mengikuti tuntunan-Nya. Jahiliyah adalah tidak mengenal Allah dan menjauhi hidayah-Nya.
Tanda-tanda kejahiliyahan modern :
1.d.i. Kerusakan di bidang Pemikiran
Pemisahan agama dari kehidupan nyata, pemisahan akidah dari sya-ri’at, adalah kebodohan terbesar kejahiliyahan. Benarkah, bahwa pemisa-han agama dari soal-soal kehidupan itu terdapat dalam praktek ? Tidak! Yang terjadi dalam praktek ialah akidah keagamaan yang rusak telah ‘mengayomi’ kehidupan masyarakat jahiliyah. Kehidupan tak mungkin terpisah dari akidah keagamaan. Apakah sebenarnya akidah keagamaan itu? Agama adalah sikap tertentu dalam menghadapi kehidupan, dan pemikiran tertentu tentang kehidupan. Manakala pengaruh agama lemah terhadap kehidupan manusia, itu berarti akidah atau kepercayaan kepada agama telah rusak dan berarti pula semua segi kehidupannya tidak berjalan wajar.
Ciri kejahiliyahan yang berupa politeisme adalah sumber pokok kelemahan pengaruh akidah dalam kehidupan nyata. Karena dengan politeisme itu, akidah menjadi terbagi-bagi dan terpecah-pecah, tidak terkonsentrasi pada satu arah. Salah satu akibatnya ialah terbaginya garis hidup manusia menjadi dua langkah. Langkah yang satu ditekankan kepada Tuhan, dan langkah yang lain ditekankan kepada kehidupan nyata, yang menjauhi agama Allah. Akhirnya terjadilah benturan nilai dalam jiwa manusia, antara nilai yang dipandang luhur oleh agama Allah tetapi dipandang rendah oleh kehidupan yang menyeleweng dari agama Allah, di satu pihak, dengan nilai yang diharamkan oleh agama Allah tetapi dituntut atau diperlukan oleh kehidupan nyata di pihak lain.
Pindahnya pemujaan manusia dari Tuhan kepada “tuhan-tuhan” (thaghut), disebabkan kesewenangan gereja sewaktu abad kegelapan di Eropa sehingga rakyat menjauhi gereja dan menjauhi agama.
Setelah manusia menyeleweng dari pemujaan Tuhan kepada “tuhan-tuhan”, manusia maju menuju pemujaan manusia ! Demikianlah manusia merosot terus menghancurkan martabat kemanusiaannya sendiri, karena selalu berganti sesembahan. Semula menyembah Tuhan, kemudian merosot menyembah tuhan-tuhan, lalu merosot lagi menyembah alam, dan akhirnya menyembah makhluk sejenisnya, yaitu tuhan-manusia. Manusia yang mengenal Allah dengan sebenar-benarnya, tidak mungkin akan menghayati kehidupan syirik dalam bentuk apa pun juga!
1.d.ii. Kerusakan di bidang Tingkah Laku
Adalah tidak mungkin jika pikiran telah dirusak oleh kejahatan, perilaku manusia akan menjadi lurus. Kejahiliyahan membuat semua soal serba membingungkan, sehingga kebenaran bercampur aduk dengan kebatilan. Bahkan orang-orang yang ditimpa kezaliman pun sampai merasa dirinya hidup dalam keadilan! Dan orang-orang yang bekerja menyesatkan pikiran manusia merasa dirinya hidup menurut petunjuk Ilahi.

1.d.iii. Kerusakan di bidang Politik
Sejarah menyaksikan kediktatoran yang paling kejam dalam bidang politik ini :
•    Ketika feodalisme berkuasa di Eropa, manusia menjadi budak tanah-ladang, yakni : Dalam sistem feudal, kaum tani tidak mempunyai kebebasan, kaum tani tidak mempunyai hak milik penuh atas tanah. Ia diharuskan kerja rodi di tanah-tanah milik bangsawan feudal dan diharuskan pula membayar pajak sebagai tanda pengakuan bahwa mereka itu adalah kaum tani yang menghambakan diri kepada tuan-tuan bangsawan feudal. Manakala hak atas tanah garapan mereka kerjakan itu pindah ke bangsawan feudal lain, mereka diharuskan pindah majikan dan bekerja mengabdi bangsawan feudal yang baru. Mereka sama sekali tidak mempunyai kebebasan untuk meninggalkan tempat kerjanya, atau pindah kerja pada tuan yang lain.
Kemudian tibalah masa keruntuhan feodalisma atas kebangkitan perasaan Eropa, bukan atas kesadaran jahiliyah.
Feodalisme tidak runtuh karena ia jahat, tetapi karena ia telah selesai menunaikan pernanan materialnya sebagai suatu kelas. Sistem yang baru – apa pun bentuknya – tidak muncul karena ia harus menghapuskan kejahatan, tetapi karena peran material yang harus dimainkan olehnya sebagai kelas telah tiba. Jadi munculnya kelas baru itu adalah “keharusan sejarah” ! Sesungguhnya yang terjadi adalah perubahan langkah yang dilakukan oleh thaghut.
Pabrik-pabrik membutuhkan kaum buruh dan tidak ada sumber tenaga kerja yang jumlahnya cukup memadai kecuali dari pedesaan. Untuk itu feodalisme harus dihancurkan, karena feodalisme itulah yang membuat kaum tani terikat pada tanah garapan. Mereka perlu dibebaskan dari keterikatan pada tanah agar dapat pindah dari desa ke kota, karena di sana terdapat lapangan kerja baru.
•    Saat kapitalisme menggantikan feodalisme, adalah suatu kenyataan bahwa banyak kaum tani di Eropa yang bebas dari perbudakan tuan-tuan tanah, pindah dari perbudakan di desa ke perbudakan di kota sebagai buruh.
Baik kejahiliyahan modern maupun kejahiliyahan kuno pada hakikatnya adalah suatu nafsu yang ‘berkembang’, yaitu nafsu memperoleh keuntungan atas risiko kaum tertindas. Nafsu semacam itu adalah thaghut.

1.d.iv. Kerusakan di bidang Ekonomi
Kejahiliyahan ekonomi mengatakan bahwa manusia itu mengikuti atau bergantung kepada kondisi ekonomi, bukan kondisi ekonomi yang bergantung kepada manusia. Karena itu doktrin ekonomi jahiliyah adalah nilai-nilai akhlak dan moral dapat ditinggalkan untuk mencapai tujuan ekonomi ini. Setelah jahiliyah modern membesar-besarkan peranan ekonomi dalam kehidupan manusia sehingga meremehkan hakikat manusia, maka timbullah kerusakan yang amat besar dalam kehidupan manusia. Sekurang-kurangnya manusia menjadi kehilangan hakikat kemanusiaannya dan berubah menjadi alat produksi yang dinilai dengan produksi material yang dihasilkan, bukan dinilai dengan ukuran kemanusiaannya.

Soal ekonomi tidak dapat dipisahkan dari akhlak dan moral manusia.
Kejahiliyahan di bidang ekonomi mencakup :
•    Masalah hak milik individu
Dalam suatu kasus, kejahiliyahan mencabut hak milik dari semua orang. Karena kebodohannya, kejahiliyahan mengira bahwa hak milik individu itulah yang menimbulkan kerusakan di muka bumi dan karena kebodohannya juga, ia tidak mengetahui bahwa yang rusak itu sesungguhnya adalah manusia-manusianya, dan yang perlu diperbaiki adalah manusianya! Dan manusia tidak akan menjadi baik kecuali jika ia menempuh kehidupan lurus berdasarkan tuntunan Ilahi.
Dalam kasus lain, kejahiliyahan menciptakan system hak milik yang memperbolehkan setiap orang mengumpulkan dan memiliki segala sesuatu tanpa batas
•    Pemerasan guna memiliki kekayaan dan kekuasaan
•    Penipuan, perampasan, perkosaan dan pemerasan (warisan dari system feodalisme dan system kapitalisme)
•    Perbudakan manusia sebagai tenaga kerja
•    Hal keinginan memiliki kekayaan dan kekuasaan
•    Kegiatan riba
1.d.v. Kerusakan di bidang Sosial
Menurut pemikiran jahiliyah, hanya ada satu pilihan : individu atau masyarakat. Sistem sosial yang ditegakkan atas dasar prinsip individu terlampau tinggi menonjolkan kedudukan individu, hingga hak individu harus dipandang suci dan sama sekali tak boleh diganggu-gugat. Ia boleh berbuat apa saja yang dianggap baik dan boleh memiliki apa saja tanpa batas. Ia pun boleh menentukan pikiran, kepercayaan, moral dan kebiasaan apa saja yang diinginkan. Individu dianggap sebagai “tuhan”! Ia dapat berbuat apa saja yang dianggapnya baik!
Di lain pihak, sistem sosial yang ditegakkan atas dasar prinsip masyarakat terlampau menonjolkan kedudukan masyarakat sedemikian tinggi, hingga masyarakat harus dipandang suci, sedangkan individu tidak mempunyai kesucian seperti masyarakat, bahkan dianggap tak ada artinya. Individu tidak berhak memiliki sesuatu, tidak berhak menentukan pikiran, kepercayaan, moral dan adat istiadatnya sendiri. Individu tidak berhak menentang apa yang dilakukan oleh masyarakat.
Kejahiliyahan yang menegakkan sistem individu akhirnya membuat kaum wanita mulai terjun di lapangan kerja. Setiap wanita juga merasakan individualitasnya.
Kemudian anak-anak juga mulai terjun di lapangan kerja. Lambat laun individualitas anak-anak itu tambah menonjolkan keistimewaan yang tumbuh dari pekerjaan yang dilakukan sejak usia muda dan tumbuh dari pengaruh sedikit uang yang diterimanya  sebagai upah. Dalam indivi-dualitas tersebut terdapat unsur penyelewengan besar dan berbahaya.
Setelah kaum wanita bekerja dan mengetahui nilai hidupnya, dengan serta-merta mereka berjuang untuk menghancurkan segala macam belenggu yang mengikat dirinya, tak peduli apakah ikatan itu layak  bagi wanita atau tidak.
Pada akhirnya terjadilah dekadensi yang menghancurkan masyarakat. Hancurlah semua ikatan yang berlaku di dalam masyarakat. Hancurlah tali kekeluargaan. Bahkan ikatan seks pun turut hancur hingga kaidah-kaidah moral pun tak dihiraukan lagi. Hubungan seksual tidak lagi dianggap sebagai tali yang mengikat pria dan wanita dengan perasaan kasih saying bersama dalam jangka waktu panjang, tetapi telah berubah menjadi hubungan jasmani sedetik untuk melampiaskan nafsu syahwat.
Setelah kaum pria kehilangan ikatan sosialnya, dan telah melemah pula ikatan kekeluargaan dan ikatan seksualnya, mereka berubah menjadi sesuatu yang lebih mirip dengan alat daripada dengan manusia. Mereka berubah menjadi alat produksi yang hampir tak dapat berpikir dan berperasaan.
Anak-anak akhirnya menjadi liar dan menyeleweng, baik yang dibesarkan oleh seorang “pembantu rumah tangga” dalam suatu keluarga yang semrawut, maupun yang dibesarkan bersama anak-anak lain di tempat-tempat penitipan, yang “tidak dihiraukan” oleh orangtuanya.
1.d.vi. Kerusakan di bidang Moral
Barangkali soal yang paling menyilaukan orang di dalam jahiliyah modern ialah bahwa kejahiliyahan itu “bermoral” (“berakhlak”)! Jahiliyah modern menganggap dirinya bermoral!
Tidak ada satu kejahiliyahan pun yang di dalamnya kosong sama sekali dari moral. Sebab bagaimanapun tidak mungkin umat manusia seluruhnya rusak dalam segala hal. Akan tetapi adanya beberapa bentuk kebaikan yang terpencar di sana-sini tidak menghilangkan kenyataan adanya kejahiliyahan dan penyelewengannya dan tidak dapat mencegah akibat-akibat yang ditimbulkan oleh penyelewengan itu.
Karena penyelewengan di bidang moral itu berproses sangat lama dan tahap demi tahap, maka untuk beberapa abad lamanya kenyataan itu tidak dapat terlihat dengan jelas.
Salah satu akibat pemisahan moral dari politik adalah adanya prinsip dalam politik yaitu tujuan menghalalkan segala cara.
Pemisahan ekonomi dari moral telah mengakibatkan adanya perbudakan manusia dalam bidang ekonomi sebagai tenaga kerja, adanya riba dan penggunaan tenaga kerja wanita.
Pada gilirannya seks pun dipisahkan dari moral. Banyak manusia yang mabuk dan membenamkan diri di tengah kehangatan seksual secara gila-gilaan. Pada mulanya semua orang menyadari bahwa kenyataan itu adalah gejala dekadensi moral, akan tetapi lambat laun mereka melupakan kenyataan itu, atau mereka sengaja dibikin lupa oleh setan-setan.
Akibat utama kerusakan moral ini, maka manusia jahiliyah hanya akan melaksanakan suatu nilai-nilai moral selama nilai-nilai tersebut menguntungkan bagi dirinya. (Pedagang akan jujur selama kejujuran membawa keuntungan bagi usahanya, jika tidak ia akan menipu)
1.d.vii. Kerusakan di bidang Hubungan Dua Jenis Kelamin
Jahiliyah berusaha menanamkan dalam pikiran manusia bahwa seks adalah aktifitas biologi semata-mata dan tak ada hubungannya dengan moral! Apa pun yang hendak dikatakan orang mengenai “kebebasan seks” (free sex) jelas ia merupakan kebejatan moral!
Kejahiliyahn revolusi industri misalnya, telah mengakibatkan :
•    Pencerai-beraian keluarga
•    Perpindahan tenaga-tenaga muda yang kuat dan sehat – tanpa keluarga – dari desa-desa yang beradat istiadat ketat ke kota-kota yang telah dilanda kerusakan moral
•    Membuat mereka tidak dapat melakukan kegiatan seksual selama masa tertentu akibat upah yang mereka terima tidak mencukupi untuk membangun rumah tangga di kota
•    Tersedianya tempat-tempat pelacuran untuk dapat melakukan kemesuman dengan mudah
•    Kesempatan bagi wanita untuk bekerja di berbagai lapangan, sehingga untuk mendapatkan sepotong roti mereka terpaksa melepaskan ikatan-ikatan moral
•    Kesibukan wanita menuntut persamaan dengan kaum pria, termasuk persamaan dalam hal berbuat kemaksiatan sebagai salah satu bentuk persamaan dalam segala hal, kesemuanya itu adalah dorongan yang sangat kuat untuk menjerumuskan kehidupan masyarakat ke lembah kemerosotan.
Segala bentuk kemerosotan itu diambil alih oleh Zionisme internasional, kemudian dikembangkan dalam bentuk teori maupun dalam kenyataan praktek. Dengan caranya masing-masing mereka berseru kepada kaum wanita supaya meninggalkan kebiasaan lama dan bergaul bebas dengan kaum pria.
Setelah itu mulailah bioskop, radio dan televisi menyajikan berbagai macam siaran untuk lebih mempergiat praktek kebebasan seks dan aktivitas porno.
Berangsur-angsur! Semuanya itu tidak terjadi secara sekaligus. Pengarahan menuju pergaulan bebas dan kebebasan seks terus menerus dilakukan melalui berbagai mass-media, ditambah lagi dengan :
•    Kondisi ekonomi yang diletakkan oleh kapitalisme (berasal dari riba) yang tidak memberi kemungkinan bagi kaum muda untuk segera nikah dengan cara yang bersih dan sah
•    Mudah mendapatkan perempuan, baik teman sekerja, kenalan di tengah jalan ataupun di tempat-tempat belajar
•    Teknik merayu yang diajarkan kepada kaum wanita melalui surat kabar, bioskop, radio dan televisi
•    Berbagai macam pelacuran yang tersedia, bar dan kelab malam untuk memancing pelanggan supaya membeli “barang dagangan kotor”
•    Pengarahan pikiran yang menanamkan kepercayaan bahwa hidup di dunia ini tidak lain hanya untuk menikmati kesenangan tanpa pembatasan apa pun selain “perasaan cukup” (manusia tidak akan merasa cukup) dan bahwa kehidupan di dunia ini adalah kesempatan satu-satunya yang bila tidak di-“manfaat”-kan sebaik-baiknya ia akan lewat dan tak akan kembali lagi.

Pergaulan bebas antara pria dan wanita akhirnya menjadi suatu norma yang diakui, dipermudah pelaksanaannya dan dijunjung tinggi oleh banyak negara di dunia. Bahkan pergaulan bebas itu boleh dilakukan di tempat mana saja. Semua sarana propaganda dimobilisasi untuk menganjurkan dan menyerukan apa yang dinamakan “kebebasan wanita”
Pembuatan sarana-sarana pencegah kehamilan dan penyebarluasannya merupakan sebab langsung bagi kerusakan moral kita.
Akibat free sex, muda-mudi sudah terbiasa berganti-ganti partner dalam pergaulan bebas. Alasan berganti-ganti partner ialah “percobaan” atau mencari pengalaman.

Tujuan utama pergaulan, yaitu pembentukan rumah tangga, dilupakan; kemudian pergaulan bebas semacam itulah yang menjadi tujuan! Berganti-ganti partner itulah yang akhirnya menjadi tujuan, atau sekurang-kurangnya menjadi kebiasaan!
Setelah melalui “masa percobaan” yang lama, akhirnya sang pemuda menemukan pemudi yang dianggap cocok dan sang pemudi menemukan teman hidupnya. Kedua-duanya lalu hidup bersama-sama dalam satu rumah. Beberapa bulan!
Hubungan kedua belah pihak sudah tentu makin lama makin rapuh, karena masing-masing merasa jemu, sebab hubungan itu bukan hubungan “kemanusiaan” yang didasarkan atas prinsip ‘pergaulan lestari’. Hubungan itu diwarnai oleh seks kebintangan.
Kehidupan cabul yang dihayati oleh dunia Barat, yang pebuh berisi rangsangan seks, mempercepat proses kematangan seks di kalangan muda-mudi sebelum mereka memiliki kematangan berpikir dan berpengalaman yang baik untuk melakukan perkawinan dan membangun rumah tangga. Kehidupan yang penuh kecabulan itu juga mendorong anak-anak remaja putera dan puteri melakukan kegiatan seks dalam usia dini secara liar dan tak terkendali.
Homoseksual juga meluas di kalangan mereka! Penyimpangan seks seperti homoseksual dan lesbianisme terbukti semakin bertambah luas dan merajarela di negeri-negeri yang mengizinkan kebebasan seks.
1.d.viii. Kerusakan di bidang Seni Budaya
Pandangan pertama mengenai kesenian Barat ialah bahwa kesenian itu adalah kesenian paganisme. Ia tumbuh dalam lingkungan paganisme dan pada gilirannya ia tidak bisa lain pasti menumbuhkan manusia paganis!
Cirinya yang lain lagi ialah pemujaan tubuh. Pemujaan paganisme memandang bentuk yang indah sebagai dewa yang perlu disanjung. Mereka mengatakan, bahwa pemujaan tubuh bukan nafsu syahwat, melainkan seni! Yaitu seni yang harus dikagumi sebagai keindahan semata-mata, sekalipun keindahan itu berupa tubuh manusia!
Bahkan dalam setiap aliran senipun terkandung nilai kejahiliyah.

1.E.     POSISI IDEAL UMAT ISLAM SEHARUSNYA
(Sesuai yang ditetapkan oleh Allah SWT)
1.e.i. Khairu Ummat
“Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh yang ma’ruf dan mencegah yang munkar dan beriman kepada Allah…!” (QS 3:110)
Umat ini patut mendapat pujian selama mereka menegakkan hal itu dan menjaga sifat-sifat itu (amar ma’ruf nahi munkar). Apabila mereka meninggal-kannya dan mendukung kemungkaran, maka lenyap-lah sifat keterpujian itu dan ia mendapat celaan.
Status sebagai umat terbaik inipun layak diberikan jika mereka selalu menjaga mutu dan kualitas dari setiap perbuatan yang mereka lakukan. Shalat mereka, amal-amal mereka, dsb.

1.e.ii. Ummatan Wahidah
Ia seharusnya adalah umat yang bersatu :
o    Kesatuan aqidah
o    Kesatuan ibadah
o    Kesatuan akhlak
o    Kesatuan sejarah
o    Kesatuan bahasa
Merupakan suatu hal yang alami jika bahasa Arab menjadi salah satu factor pemersatu Islam
o    Kesatuan jalan
Jalan kamu Muslimin adalah satu, yaitu jalan para Nabi dan Rasul. Karena itu kita seharusnya benar-benar menjadikan beliau sebagai Qudwah dalam hidup dan tujuan hidup kita.
o    Kesatuan Dustur (undang-undang dan hokum)
o    Dan yang paling penting adalah kesatuan Pimpinan
Umat Islam sepakat bahwa pemimpinnya yang pertama adalah Rasulullah saw., kemudian para khalifah-nya yang terpimpin. Masing-masing dari mereka menjadi pemimpin pada zamannya. Tidak boleh ada kepemimpinan umat Islam lebih dari seorang khalifah.
Adanya beberapa kepemimpinan (qiyadah), disamping merupakan perpecahan dan mengakibatkan timbulnya firqah-firqah dalam tubuh umat Islam yang satu, juga dilarang oleh Islam.
Kesatuan qiyadah (pimpinan) merupakan symbol persatuan, kekuatan tubuh dan kesatuan panjinya.
Dengan mengangkat seorang imam untuk mengurusi persoalan umat, maka umat Islam akan mencapai kesatuan, kekuatan dan kekukuhan bangunannya. Dan dengan factor-faktor tersebut, nampak betapa persatuan umat Islam merupakan kekuatan yang dahsyat.
Dan ketiadaan pemimpin Islam sekarang cukup menggambarkan bagaimana umat ini tidak bersatu dan tidak memiliki kekuatan.
1.e.iii. Umatan Wasathan
Ciri khas yang dimiliki umat Islam ialah prinsip pertengahan dan keadilan dalam segala persoalan. Prinsip ini menghindarkan umat Islam dari segala bentuk ekstremitas atau kekurangan, yang justru banyak dilakukan oleh umat lain.
“Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) ummatan wasathan (umat yang adil dan pilihan) agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. (QS. 2:143)
Ciri khas ini, yaitu keberadaan sebagai saksi atas semua manusia, menempatkan umat Islam sebagai pemimpin bagi manusia dalam perjalanan menuju Rabb-nya, umat Islam ini berfungsi memberikan penjelasan dan penerangan kepada manusia menge-nai kewajibannya terhadap Rabb dan agamanya.

1.F.     POTENSI YANG DIMILIKI UMAT ISLAM
•    Syariah/peraturan (Al-Qur’an). Peraturan yang dimiliki umat Islam ini sudah lengkap, menyeluruh dan sempurna.
Tentang kemurnian Al-Qur’an
“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (Al-Hijr 15:9)
•    Kekayaan alam
Kekayaan terbesar hampir sebagian besar berada di negeri-negeri muslim.Cadangan minyak bumi 65% berada di negeri muslim
•    Jumlah umat Islam. Sebagian besar penduduk dunia adalah muslim
•    Janji Allah untuk memenangkan umat Islam
Allah memenangkan umat Islam :
“Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang-orang musyrik benci.” (Ash Shaff 61:9)
Sesungguhnya pertolongan Allah amatlah dekat :
“… sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.” (Al-Baqarah 2:214)
•    Sejarah Islam yang penuh dengan kejayaan
1.G.     ADA YANG HARUS DILAKUKAN … !
Teman-teman, … perjuangan baru akan dimulai …
Janganlah kita berpikiran – setelah mengetahui semua ini – bahwa biarlah orang lain saja yang berbuat, sedangkan kita lebih memilih untuk sekedar diam sebagai penonton semua ini. TIDAK. Setiap Muslim yang komitmen terhadap keislamannya tidak sepantasnya berpikiran seperti itu. Setiap Muslim memiliki kewajiban untuk merubah kemungkaran dimanapun ia menjumpainya dan sesuai dengan kemampuannya. Jika mampu dengan tangannya, jika tidak dengan lisannya, dan jika tidak mampu juga maka selayaknya kemungkaran yang diketahuinya itu mengobarkan kemarahan dalam hatinya dan ia ber-iltizham (tekad) untuk merubahnya.
Dari itu semua, kami mewasiatkan kepada teman-teman agar kita bersama-sama melakukan tindakan-tindakan berikut ini :
(1)    Marilah kita luruskan kembali niat kita dalam setiap pekerjaan kita. Bahwa seluruh kehidupan kita semata-mata hanyalah untuk Allah Swt. Dan jika teman-teman mampu maka mulailah mempertimbangkan aktivitas apa saja yang selayaknya teman-teman lakukan sehingga dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi Islam.
Musuh-musuh Islam yang jelas-jelas berada dalam kemungkaran berani berbuat bagi keyakinan mereka, mengapa kita yang jelas-jelas berada dalam kebenaran tidak berani berbuat bagi keyakinan kita ?

(2)    Bulatkan tekad teman-teman untuk memahami Islam ini. Jangan mau terbuai oleh rasa malas dalam mempelajari Islam. Sebelum kita memperbaiki umat ini, marilah kita memperbaiki diri kita sendiri terlebih dahulu melalui program tarbiyah yang intensif. Pilihlah lingkungan yang kondusif sebagai tempat kita memperbaiki diri kita.
(3)    Usahakan agar teman-teman dapat bergabung dengan teman-teman lainnya yang juga berjuang memperbaiki umat ini. Tentu hasil yang dapat dilakukan oleh empat orang yang bekerja secara berjama’ah lebih banyak daripada hasil yang dapat dilakukan oleh delapan orang yang bekerja sendiri-sendiri. Dan hasil yang dapat dilakukan oleh delapan orang yang bekerja secara berjama’ah akan (Insya Allah) lebih banyak daripada hasil bekerja empat orang secara berjama’ah.
Kita ketahui bahwa musuh-musuh Islam pun bersatu (dalam artian tertentu – bukan kesatuan hati, tapi kesatuan kepentingan saja) dalam menggerogoti Islam, maka mengapa kita tidak mau juga bersatu untuk menghadapi mereka.
Carilah pada amal jama’i mana teman-teman dapat memberikan kontribusi yang maksimal kepada Islam dan umatnya ini.
(4)    Latihlah dan luaskan tsaqafah teman-teman semenjak dini, salah satunya adalah wawasan berorganisasi teman-teman.
(5)    Mulailah mewujudkan kekuatan ukhuwwah Islamiyah dan pikirkanlah kontribusi apa yang dapat saya lakukan untuk mencapai persatuan umat Islam.
(6)    Dan yang tidak kalah pentingnya, mulailah kita bergerak melakukan perbaikan umat ini melalui da’wah harakah yang integral yang bersifat:
a.    Rabbaniyah
Dakwah yang rabbani adalah dakwah yang berorientasi kepada Tuhan. Segala aktifitas dakwah Islam akan merujuk kepada Allah, begitupun dalam manhaj dan tujuannya.
b.    Mengutamakan persatuan
Allah SWT melarang kita berpecah belah dan berbangga-bangga dengan golongan, namun Ia menyuruh kita untuk bersatu dalam Islam melalui aqidah. Pernyataan ini adalah usaha pelurusan untuk lebih mendahulukan Islam daripada jamaah/organisasi, hingga seseorang mengenal Islam dan sadar bahwa Islam adalah prioritas pertama. Kemudian ia akan menerima semua golongan atau mau berdakwah kepada semua golongan.
c.    Komprehensif tidak sebagian
Dakwah Islam harus bersifat syaamilah (sempurna). Ia tidak boleh dilakukan secara juz’iyah (sebagian). Sempurnanya dakwah dilihat dari segi program, aktifitas, tujuan dan manhaj. Dakwah yang suamilah mencakup bidang tarbiyah, sosial, budaya, politik, ekonomi dan pertahanan keamanan. Aspek ini harus dibicarakan dalam agenda dakwah. Bila dakwah hanya menekankan masalah tarbiyah saja, maka dakwah tersebut bersifat juz’iyah.
d.    Modern tidak kuno
Secara metode, dakwah memang harus dilakukan berdasarkan keasliannya, yaitu Al-Qur’an dan sunnah. Namun cara, sarana serta strategi yang digunakan harus seiring dengan perkembangan zaman.
Pendekatan mu’aashirah (modern) adalah pendekatan dakwah yang melihat kondisi, situasi, suasana, peristiwa, sikap, keperluan, yang kemudian dikaitkan dengan sasaran.
Dakwah mu’aashirah menggunakan pendekatan teknologi dalam penyampaiannya.
e.    Minhajiyah
f.    Marhaliyah (bertahap)
Dakwah yang mempertimbangkan situasi, kondisi dan penerimaan manusia merupakan sunatullah di dalam dakwah. Al-Qur’an sendiri sesungguhnya diturunkan secara bertahap dan terpisah-pisah.
“Dan Al-Qur’an itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur (terpisah-pisah) agar kamu membacanya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian.” (QS. Al Isra:106)
Tahapan dakwah ini juga disampaikan oleh Aisyah r.a. yang berkata
“Pertama kali yang diturunkan dari Al Quran adalah surat-surat pendek (al mufashshal) yang di dalamnya banyak disebut surga dan neraka. Sampai ketika manusia sudah banyak memeluk Islam, turunlan (penjelasan) halal dan haram. Seandainya yang pertama kali turun adalah: “Janganlah kamu minum khamr!” niscaya mereka akan berkata, “Kami tidak meninggalkan khamr selamanya.” Atau seandainya yang turun pertama adalah, “Janganlah kamu berzina!” niscaya mereka akan mengatakan, “Kami tidak meninggalkan zina selamanya” (HR. Bukhari)
g.    Aulawiyah (prioritas)
h.    Sesuai dengan realita
i.    Seimbang.
“Dan katakanlah, ‘Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada-Nya yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.’” (At-Taubah: 105)
Wallahu a’lam bisshawab.
Maraji’
Muhammad Quthb, Jahiliyah Abad Dua Puluh, Mengapa Islam dibenci ?
Hussain bin Muhammad, Menuju Jama’atul Muslimin
Irwan Prayitno, Fiqhud Dakwah
Lembaga Pengkajian dan Penelitian WAMY, Gerakan Keagamaan dan Pemikiran

One Response

  1. jangan hanya dunia belaka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: