Saat ujian menyapaku

Dunia, untuk sesaat saja, aku ingin curhat padamu.

Memang jarang aku curhat padamu.

Karena aku memang membencimu.

Tapi saat ini, Aku kesulitan mencari teman untuk bercerita.

Yang kutemui hanya engkau, yang selalu menggodaku setiap hari.

Daripada aku diam, Aku akan berbicara kepadamu.

Dunia.

Saat ini aku sedang diuji oleh Allah.

Memang selama ini engkau yang Allah perintah untuk mengujiku.

Harta-hartamu.

Kursi-kursi jabatanmu.

Wanita-wanitamu.

Sanjungan-sanjunganmu.

Tapi aku lawan dengan segenap laksa iman di dada.

Memang engkau tidak mengalah dengan perlawananku.

Tapi, aku juga tidak mau kalah darimu.

Pada akhirnya kita hanya melakukan perang urat saraf.

Dunia.

Kini ujian tampak berbeda di mataku.

Bukan engkau lagi yang menyapaku.

Engkau sudah bosan ya?

Sepertinya kreatifitasmu sudah hilang.

Tapi ini sudah masuk ke bab baru.

Namanya ujian da’wah.

Engkau pasti bertanya, Apakah ujian da’wah ini lebih dahsyat darimu.

Aku katakan, iya.

Aku belum bisa menceritakannya.

Yang aku tahu, bahwa ini tanda Allah makin sayang padaku.

Ups! Laptopnya low bat. Nanti aku lanjutkan lagi.

One Response

  1. HAHAHA =D puisinya bagus, terutama bagian akhirnya itu….
    xp

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: