My Life as a computer engineer

Huah.. tak terasa sudah 3 tahun, aku menuntut ilmu di ITB. Sudah 3 angkatan aku lalui di kampus penuh kenangan ini. Sekarang aku harus menentukan kemana langkah akademis ini kan ku perjuangkan. Sekedar nostalgia, dulu aku ingin memilih jurusan teknik informatika. Kenapa? Karena memang sejak kecil aku memang tergila-gila dengan komputer. Mungkin ini juga salah satu alasan kenapa aku tidak memilih pacaran, ya iyalah…. cinta tertinggi setelah kepada Allah dan Orang tuaku aku persembahkan kepada komputer. Tapi, Allah tak jua mengijinkan nilai TO ku menembus angka sakti itu. Selalu mentok di passing grade teknik elektro. Banyak penasehat yang aku wawancarai. Bagus mana, keukeuh memilih informatika di lembar isian pendaftaran SPMB, atau berpindah ke lain hati, yaitu jurusan elektro. Sampai menjelang hari-hari penentuan, kegundahan hati belum juga tertenangkan. Informatika, atau elektro? Atau, tidak sama sekali? O, tidak. Jangan ambil pilihan yang terakhir….

Barulah hatiku teguh memilih teknik elektro saat ku mengunjungi sendiri situs resmi jurusan ini di itb.ac.id. Satu hal yang membuka mataku. Ternyata di elektro ada sub jurusan Teknik komputernya! Mantab. Tak ada keraguan lagi. Jemari lentikku mulai lincah mengisi lembar pendaftaran spmb. Pilihan satu aku isi dengan kode jurusan Teknik elektro ITB, pilihan dua, aku isi jurusan Teknik Material. Alhamdulillah, tak ada kegundahan lagi pada saat itu. Dan aku telah memuatkan tekad, that this is my destiny. To be a computer engineer!

Kesenangan diterima di pilihan pertama ternyata tidak berlangsung lama. Banyak qodoyya baru menghantuiku di masa-masa dewasaku (cieehhh..). Buku-buku kuliah yang super tebal, berbahasa inggris dan banyak istilah tekniknya sempat membuatku shock. Beda banget sama kehidupan SMA. Di kuliah serba sendiri dan mandiri, jadwal kuliah juga tak seragam di tiap harinya. Kualitas dan cara mengajar dosenpun beragam rupa penampilannya. Tapi alhamdulilah aku bisa cepat beradaptasi dengan kondisi ini.

Sekarang, TU jurusan udah ngumumin tentang KP, alias kerja praktek. Sebuah simulasi. Kita magang kerja di sebuah perusahaan selama 2 bulan, membuat laporan, beradaptasi dengan lingkungan kerja, budaya perusahaan, dan orang-orang yang berbeda latar belakang keilmuannya. Bekal yang lebih dari cukup sebagai persiapan kita kalau nanti akan melamar pekerjaan.

Melamar pekerjaan.

Apakah aku memang akan melamar pekerjaan? Inilah yang menjadi dilemaku saat ini. Aku tak tahu bagaimana masa depanku setelah mendapat titel ST dibelakang namaku. Apakah aku memang akan mengirim surat lamaran pekerjaan ke perusahaan-perusahaan komputer? Sebenarya ada beban tersendiri dalam hatiku jika nanti pada saatnya harus melamar pekerjaan. Aku tak biasa menjadi orang yang disuruh-suruh. Kalau kerja sebagai team sih tidak masalah. Tapi, kalau jadi bawahan yang harus nurut sama atasan? Ih, males banget.

Justru sekarang pikiranku melayang kemana-mana. Kalau aku tidak mau jadi bawahan, maka aku harus membuat perusahaanku sendiri. Lagipula, aku bukan tipe orang yang memperjuangkan sesuatu hanya karena insentif atau gaji. Sampai sekarang aku masih idealis. Artinya, aku mau hidup ini berarti, bukan hanya untuk mencari uang. Seandainya hidup ini tidak harus mencari uang maka aku hanya ingin berdakwah selamanya. Tapi hidup tidak sesimple itu. Aktivis juga harus kaya.

Ada beberapa ide yang nyantol di pikiran. Pertama. Aku ingin membuat portal Islam terbesar di dunia. Prinsipnya simpel. Kalau ada orang—siapapun itu, baik muslim atau non muslim—yang ingin mencari tahu tentang islam, maka dengan pergi ke website yang aku bangun maka mereka akan menemukan jawabannya. Seperti Virtual Islam Community Center lah. Whatever you want to know, whatever you want to ask just click Virtual Islam Community.Com, then you’ll get lot of inormation about islam there. Is it reliable? IT IS!!

Ide kedua, adalah membuat Ensiklopedi terlengkap mengenai Islam dalam bentuk DVD, atau blue ray. Konsepnya mirip ensiklopedia Encarta. Tapi ini Islam.

Ide ketiga adalah adalah membuat perusahaan multimedia islami berskala lokal, lalu nasional, lalu internasional. Ide ini lahir dari keprihatinan yash melihat perkembangan da’wah islam yang kurang di sisi penguasaan multimedia. Yash ingin membuat film islami, kartun islami, software islami, game islami, dan multimedia islami lainnya. Langkah ini sedang dirintis dibawah bendera Ayyash Creative yang yash bangun bersama team.

Seperti kata orang besar, kebesaran itu bermula dari mimpi. Maka setidaknya yash sudah melalui fase embrio ini. Tinggal mimpi ini akan yash apakan, apakah dibiarkan menjadi pikira dan tulisan, atau direalisasikan.

Ayyash. I’m Sorry goodbye my friend, we’ll meet again on syawal ok!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: