Masa Remaja menurut Scout (Pramuka)

Dalam pengertian yang umum, masa remaja ditandai dengan perubahan pubertas dan diakhiri dengan memasuki dunia dewasa.

200 tahun yang lalu, ketika pekerjaan buruh sudah diberikan pada dewasa muda, kata remaja cenderung tidak diakui sama sekali. Yang ada hanyalah dua kata, anak kecil dan orang dewasa. Masa pubertas menjadi penanda adanya masa remaja ini.

Pengelompokan tersendiri masa remaja dan kematangan sosial sebagai masa di salah satu alur hidup manusia bermula dari semakin kompleksnya kehidupan sosial. Ketika fungsi sosial semakin variatif yaitu anak tidak lagi dan dilarang dipekerjakan sebagai buruh paralel dengan adanya tuntutan agar pendidikan ditingkatkan, maka kehidupan remaja sebagai tanda perpindahan atau transisi dari anak kecil menuju dewasa menunjukkan eksistensinya.

“untuk jangka waktu yang cukup lama remaja diartikan sebagai masa “transisi”. Tidak lebih dari perpindahan dari anak kecil ke lingkungan dewasa. Walaupun kehidupan yang “terganggu” ini tidak dikategorikan sebagai bagian dari hidup manusia, tetapi ia disebut sebagi “masa ketidakstabilan emosi dan tekanan besar yang menimpa pada jiwa yang melawan”.

Sekarang, dengan perkembangan yang pesat pada ilmu tentang manusia, remaja dikatakan sebagai perkembangan yang dahsyat dan perkembangan jiwa seseorang. Berkembang tidak hanya dari sisi fisik, tetapi juga dari segi mental dan perubahan sosial yang nantinya akan membentuk pola kepribadian dewasanya.

Masa remaja tidak lebih dari setan yang tidak bisa dihindari. Itu adalah sebuah fasa dari kehidupan kita dengan nuansa tersendiri dan pengalaman-pengalaman yang benar-benar berbeda dari kehidupan anak kecil dan dewasa. Itu adalah masa yang penuh dengan kemungkinan yang harus tetap dipertahankan dan dipertahankan hingga benar-benar stabil. Masa itu penuh dengan kejadian-kejadian yang tidak bisa ditolak atau sekedar di-skip menuju ke fase kedewasaan. Ini adalah suatu keharusan.

“Pembangkangan” yang kita lekatkan pada fase kehidupan remaja adalah lebih semata-mata perspektif orang dewasa terhadap mereka ketimbang objektifitas yang adil terhadap remaja itu sendiri. Betul, pembangkangan ini adalah tidak lain dari pernyataan darinya tentang dirinya yang berubah dan proses pertumbuhan yang sangat dibutuhkan seorang remaja.

Diambil dari Handbook for leaders~Scout

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: